Ziarah di Kotagede, Prabowo Berdoa di Makam Panembahan Senopati

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hari ini mengunjungi makam Raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Di sana, Prabowo berdoa di makam Panembahan Senopati.

“Jadi Pak Prabowo pada hari ini, tadi berziarah ke makam Kanjeng Panembahan Senopati. Juga ke keluarga Panembahan Senopati, juga istrinya dan kerabatnya yang berada di kompleks makam Rajaraja Mataram di Kotagede,” ujar Ketua Abdi Dalem di Makam Rajaraja Mataram di Kotagede dari Kasunanan Surakarta, Raden Temenggung Pujodipuro (54) kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Pujodipuro mengatakan bahwa Prabowo mengirim doa untuk leluhur Mataram.

Prabowo saat keluar dari kompleks Makam Raja Mataram di Kotagede.
“Dengan tujuan supaya Allah SWT memberikan syafaatnya kepada bangsa kita, negeri kita. Supaya diberikan ketentraman,” imbuhnya.

Lantunan doa diwakili oleh abdi dalem yang menemani Prabowo.

“Jadi Pak Prabowo hanya diam saja, tadi (sebelumnya) beliau sudah berpesan, intinya kirim doa kepada (Rajaraja Mataram),” ungkap Pujodipuro.

Pujodipuro menceritakan saat berziarah ke Makam Rajaraja Mataram di Kotagede, Prabowo memakai busana pranakan Jawa. Pakaian yang dipakai Prabowo, kata Pujodipuro, sesuai dengan aturan yang ditetapkan Keraton.

“Ada pengageng (yang mendampingi Prabowo), tetapi saya kurang jelas (siapa orangnya). Saya sendiri dari Keraton Surakarta, tadi (abdi dalem) yang mengikuti yakni pengageng dari Keraton Ngayogyakarta,” tuturnya.

Tak sempat mengobrol langsung, Pujodipuro mengatakan Prabowo sempat meninggalkan pesan untuk para abdi dalem di sana.

“Intinya beliau (Prabowo) meminta supaya nguringuri (melestarikan) kebudayaan, dijaga, dirawat, dilestarikan. Supaya tetap langgeng peninggalan sejarah yang ada di Mataram,” ungkapnya.

Prabowo menyapa warga Kotagede, Yogyakarta.
Di Kompleks Masjid Gede Mataram di Kotagede ini menjadi komplek pemakaman Rajaraja Mataram generasi awal. Seperti makam Panembahan Senopati dan makam Ki Ageng Pamenahan.
“Intinya itu merupakan makam keluarga Rajaraja Mataram yang sepuh, Mataram Islam yang pertama,” paparnya.

“Jadi begini, di sini ada beberapa raja. Itu ada putra dari Panembahan Senopati, kemudian (makam raja) yang paling muda itu ada HB II kemudian Pakualam I sampai Pakualam IV juga ada di sini,” jelas Pujodipuro.