Waspadai Antraks, Pemkot Yogyakarta Periksa Hewan Kurban

Yogyakarta Menjelang hari raya Idul Adha para penjual hewan kurban musiman bermunculan di berbagai lokasi di Yogyakarta. Untuk memastikan hewan kurban sehat, petugas kesehatan hewan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan hewan kurban baik sapi maupun kambing akan terus dilakukan sampai hari raya Idul Adha. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit berbahaya seperti Antraks. Petugas terlihat memeriksa satu persatu hewan baik kambing ataupun sapi di tempat penjualan hewan kurban di antaranya di jalan Pramuka Yogyakarta.

Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Endang Finiarti mengatakan, meski di kota Yogyakarta belum ditemukan kasus Antraks tetapi perlu menjadi kewaspadaan. Para pedagang hewan diminta untuk meminta surat kesehatan hewan dari daerah asal hewan untuk memastikan tidak ada penyakit menular.

Pemeriksaan hewan kurban di Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo”Yang kita takutkan kita sudah dikepung kasus Antraks, di sekitar kita sudah banyak sebelumnya. Kita perlu kewaspadaan apalagi lalu lintas ternak sangat bebas pindah sanasana,” kata Endang Finiarti saat melakukan pemeriksaan hewan qurban di jalan Pramuka Yogyakarta, Selasa (22/8/2017).

Petugas melakukan pemeriksaan hewan kurban dari fisik. Beberapa hal yang bisa diperiksa antara lain dari mata hewan. Begitu pula lubang hidung, mulut, perut kembung atau tidak, kemudian mengarah ke daerah anus.

Pemeriksaan hewan kurban di Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo”Kalau ada temuan apakah penyakit berbahya atau lainya akan dikarantina. Maka pedagang harus punya kandang karantina, kalau belum sehat tidak boleh dijual,” katanya.

Pemkot Yogyakarta menerjunkan 45 petugas untuk memeriksa hewan kurban yang ada di pedagang. Hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan layak akan mendapat kalung tanda bertuliskan Saat diperiksa secara fisik dinyatakan Layak Hewan Qurban. Untuk pengalungan ini Pemkot menyiapkan 5 ribu kalung.