Warga Sipil Ghouta Timur Tewas Akibat Serangan Suriah, PBB Khawatir

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sangat khawatir akan meningkatnya kekerasan di wilayah Ghouta Timur, Suriah. Kekhawatiran ini disampaikan setelah lebih dari 100 warga sipil di Ghouta Timur tewas akibat serangan-serangan udara rezim Suriah dalam dua hari berturut-turut.

Guterres menyerukan semua pihak untuk menjaga prinsip-prinsip dasar hukum kemanusiaan, termasuk perlindungan warga sipil.

“Sekjen sangat khawatir akan meningkatnya situasi di Ghouta Timur dan dampaknya yang menghancurkan bagi warga sipil,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/2/2018).

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rightsmengatakan, serangan-serangan udara rezim Suriah dan Rusia menghantam wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak pada Selasa (20/2) waktu setempat dan menewaskan setidaknya 106 warga sipil. Sebelumnya dalam serangan-serangan serupa pada Senin (19/2) waktu setempat, 127 warga sipil tewas.

“Hampir 400.000 orang di Ghouta Timur telah mengalami serangan-serangan udara, penembakan artileri dan bombardir,” ujar Dujarric.

Diimbuhkannya, penduduk Ghouta Timur yang dikepung pasukan pemerintah, kini hidup dalam kondisi ekstrem, termasuk malnutrisi.

Guterres pun mengingatkan bahwa Ghouta Timur telah dinyatakan sebagai zona de-eskalasi oleh Rusia, Iran dan Turki dan karenanya, semua pihak harus berpegang pada komitmen mereka.

Sementara itu, negosiasi masih terus berlangsung di Dewan Keamanan PBB mengenai draf resolusi Suriah, yang menuntut gencatan senjata 30 hari untuk memungkinkan pengiriman mendesak bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *