Warga Pacitan Mulai Bersih-bersih Pasca Banjir, Begini Kondisinya

Pacitan 9 Hari pasca banjir dan longsor di Pacitan, warga mulai bersihbersih. Banjir melanda 4 wilayah kecamatan ini menyisakan lumpur yang ketebalannya hingga 30 cm.

Banjir dan longsor juga menyebabkan 700 pelajar menjalani Ujian Akhir Semester (UAS). Mereka juga harus mengerjakan soal di masjid secara lesehan dan berdesakan. Sebab, gedung sekolahnya belum selesai dilakukan pembersihan lumpur setelah diterjang banjir 4 meter.

Ribuan warga juga masih membersihkan lumpur sisa banjir yang menggenangi rumah dan halamannya. Pusat perbelanjaan, pedagang pasar tradisional masih sibuk membersihkan lapak dan dagangannya yang maih bisa dijual.

“Belum pada buka mas, masih bersihbersih lumpur,” kata Bu Semi (69), pedagang buah di Pasar Harjowinangun kepada detikcom sembari membersihkan kios buahnya, Rabu (6/12/2017).

Warga Desa Poko, Kecamatan Jambon, Ponorogo, itu berharap mendapat bantuan karena mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Warga Pacitan mulai bersihbersih pasca banjir/ Foto: Sugeng Harianto

Sementara banyak toko sembako yang dagangannya rusak dan tidak bisa dijual lagi. Dagangan mereka terendam banjir dan berbau busuk.

“Bau sekali ini pak, dibuang. Rugi ratusan juta ini,” tambah Sudarmi (48), seorang karyawan toko Pasar Arjosari sambil membersihkan tabung elppiji kepada detikcom.

Sementara Pemkab Pacitan belum bisa menghitung berapa total kerugian akibat bencana banjir dan longsor. Diperkirakan kerugian mencapai lebih Rp 1 triliun.

Dari pantauan detikcom saat ini warga Pacitan masih banyak yang menjemur kasur dan kursi. Banyak juga warga yang kerja bakti membuat tanggul darurat pasca ambrol diterjang banjir. Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Sidoarjo.

“Ini kerja bakti buat tanggul darurat dari bambu. 3 RT ini saya kerahkan,” jelas Ketua RW 1 Kelurahan Sidoarjo, Sumanto.