Wali Kota Risma Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Kabupaten Asmat

Usai mendengar kabar ada puluhan anak meninggal karena kurang gizi di Kabupaten Asmat, Papua, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera tanggap. Risma langsung memerintahkan para pejabat serta pegawai pemkot untuk mengumpulkan sumbangan.

“Kami kemarin buru-buru, tapi Alhamdulillah terkumpul kebutuhan yang sangat dibutuhkan warga di sana, makanya kami kirim paling banyak susu dan obat-obatan,” kata Risma kepada detikcom di Balai Kota Surabaya, Jumat (19/1/2018).

Menurut Risma, pengiriman tahap pertama yang dikirim 13 Januari lalu difokuskan mengirim kebutuhan untuk memulihkan gizi. “Ada susu, biskuit bayi, serta obat obatan seperti oralit. Semua bantuan yang kami kirim disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan dari hasil koordinasi dengan bupati serta dokter di sana (Kabupaten Asmat),” ungkap Risma.

Pada tahap pertama dikirim sebanyak 29 item yang dikumpulkan dari urunan pejabat dan pegawai Pemkot. “Setelah membaca ada kejadian, saya langsung mengajak para pejabat dan pegawai urunan untuk mengumpulkan bantuan,” tambah Risma.

Bantuan tahap kedua juga sudah dikirim pada 16 Januari lalu dengan jumlah 13 item yang terdiri dari susu, biskuit, serta abon. “Bantuan yang dikirim ada susu untuk bayi berumur 1 tahun ke bawah, 2 tahun ke atas, dan seterusnya. Kami juga kirim abon untuk bahan tambahan dengan harapan bisa dicampur dengan sagu,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menegaskan, pengiriman bantuan di Kabupatem Asmat, Papua bukan kali pertama dilakukannya. Menurut Risma, kali pertama pemberian bantuan saat bencana diberikan di Wasior. Kemudian bantuan dikirim ke Nabire, Serui, dan Toliloka.

“Yang Wasior, Pak Fikser (Kabag Humas Pemkot Surabaya) yang tak suruh berangkat dan dari pengalaman itu saat mau kirim bantuan selalu berkoordinasi dulu dengan pemkab setempat untuk mencari kebutuhan yang diperlukan sehingga tepat sasaran dan berguna,” ungkap Risma.

Tak hanya bantuan di tanah Papua, Risma juga umembantu gempa Aceh dengan mengirim genset dan penjernih air. “Pacitan beberapa bulan lalu, Manado, Wonosobo, Banyumas serta Tasikmalaya juga kami kirim bantuan. Jadi untuk Asmat bukan yang pertama,” lanjut mantan Kepala Bappeko dan DKP Kota Surabaya ini.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser menambahkan, pengiriman tahap pertama sebanyak 40 kali dengan berat 841 kg. Sedangkan bantuan tahap kedua sebanyak 44 koli dengan berat 1.439 ton.

“Perintah pengumpulan bantuan Kabupaten Asmat dilakukan Bu Wali setelah membaca salah satu media yang menyebut dalam 4 bulan 61 balita meninggal akibat kurang gizi. Bu Wali langsung perintahkan ke seluruh pejabat dan pegawai untuk urunan digunakan beli kebutuhan bantuan. Dan bantuan itu terkumpul hanya semalam,” kata Fikser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *