Wajah Baru Pasar Samarang Garut Berkonsep Wisata

Pasar Samarang di Garut, Jawa Barat, kini mulai berfungsi lagi. Tampil dengan wajah baru, pasar yang tadinya kumuh dan kotor ini disulap menjadi pasar wisata.

Selain kini mulai dimanfaatkan lagi sebagai sentral perdagangan di kawasan Kecamatan Samarang, pasar yang terletak di Jalan Raya Samarang ini juga kini dimanfaatkan anak muda Garut untuk berswafoto.

Bangunan bercat putih itu dianggap megah dan tak biasa oleh sejumlah kaula muda. Tempat ini selalu ramai dikunjungi remaja terutama saat sore dan malam hari.

“Unik aja, baru ada di Garut pasar yang seperti ini. Biasanya kan pasar itu kumuh,” ungkap seorang warga Samarang, Sehabudin (20) kepada  di lokasi Pasar Wisata Samarang, Rabu (27/12).

Bermacam gaya ditunjukan anak muda saat berfoto di kawasan Pasar Wisata Samarang. Mulai dari selfie,groufie, hingga berfoto bersama kendaraan mereka. Sehab menjelaskan bangunan pasar tersebut dipilih sebagai spot berfoto karena dirasa unik.

“Ya jadi gak ada salahnya kan kalau foto-foto dulu sebelum nanti rame sama yang jualan,” ungkapnya.

Sementara itu, revitalisasi Pasar Samarang yang terletak di Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang ini berlangsung sejak awal 2017 lalu. Pasar ini merupakan salah satu bagian dari proyek ‘Amazing’ Pemkab Garut.

Dibangun di atas lahan seluas 7.135 meter persegi, Pasar Samarang ditargetkan bisa jadi pusat perbelanjaan sekaligus kawasan wisata bagi masyarakat.

Pasar ini memiliki konsep pasar tradisional dengan bangunan yang modern. “Pasar tradisional itu terkenal dengan kesan yang kumuh, becek dan bau. Kita berharap setelah hadirnya Pasar Wisata Samarang ini, masyarakat bisa berbelanja ke pasar dengan nyaman,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di lokasi Pasar Samarang, Kamis (28/12/2017).

Bangunan pasar modern kedua di Garut setelah Pasar wisata Wanaraja ini dapat menampung 1.173 pedagang. Terdiri dari 560 unit jongko dan 613 los.

“Pasar ini terdiri dari basement, lantai 1 dan lantai 2. Dibangun dari APBD tahun 2017 dengan menghabiskan sekitar 27 miliar rupiah,” katanya.

Di lantai satu, jongko dibuat rapi berderet berbahan tembok berkeramik. Setiap jongko memiliki ukuran sekitar 1×2 meter. Sementara di lantai dua kebanyakan diisi oleh lapak-lapak yang dibuat datar.

Pasar Wisata Samarang diresmikan pada 10 Desember 2017 lalu. Saat ini, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut tengah melakukan pendataan dan penempatan para pedagang yang akan menghuni bangunan anyar ini. “Sistem penempatan pedagang nantinya zonasi,” ujar Rudy.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *