Utusan Korsel Akan ke AS Bawa Pesan Kim Jong-Un

Dua pejabat senior Korea Selatan (Korsel) yang sebelumnya bertemu pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, rencananya akan berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) pekan ini. Mereka disebut membawa pesan dari Kim Jong-Un.

Informasi itu dituturkan oleh seorang pejabat pemerintahan Korsel yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/3/2018)

Dua pejabat Korsel yang akan berkunjung ke AS adalah Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eui-Yong dan Kepala Dinas Intelijen Nasional Suh Hoon. Chung diketahui memiliki komunikasi erat dengan AS, sedangkan Suh dikenal sebagai perunding ulung Korsel. Keduanya baru berkunjung ke Pyongyang dan bertemu langsung dengan Kim Jong-Un. Pertemuan itu menjadi yang pertama bagi Kim Jong-Un untuk bertemu pejabat senior Korsel.

Secara terpisah, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa AS dan Korsel tengah membahas rencana pertemuan akhir pekan ini soal potensi perundingan denuklirisasi dengan Korut. “Departemen Luar Negeri AS telah berbicara dengan Gedung Putih soal pertemuan mendatang yang ditawarkan akhir pekan ini,” ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.
Agenda rinci untuk kunjungan dua pejabat Korsel ke AS ini belum dikonfirmasikan oleh otoritas Korsel maupun AS. Tidak diketahui pasti apakah dua pejabat senior Korsel ini akan bertemu Presiden Donald Trump dalam kunjungan itu.

Pejabat pemerintahan Korsel yang mengungkapkan rencana kunjungan ini hanya menyebut, bahwa dua pejabat Korsel akan memberikan penjelasan kepada para pejabat AS soal hasil pertemuan dengan Korut. Pada Selasa (6/3) waktu setempat, Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eui-Yong menyebut dirinya memiliki sebuah pesan dari Kim Jong-Un yang akan disampaikannya kepada pejabat AS.

“Terkait pertemuan dengan Korea Selatan dan juga DPRK (Korut-red), kami belum memiliki rinciannya. Kami akan menunggu Republik Korea (Korsel-red) untuk datang ke Washington dan memberikan penjelasan kepada kami soal pertemuan itu,” imbuhnya.

Pada Selasa (6/3) waktu setempat, Chung menyebut Korut menyatakan kesediaan menggelar dialog ‘jujur’ dengan AS, untuk membahas isu denuklirisasi dan normalisasi hubungan kedua negara. Ditambahkan Chung bahwa Korut juga menjanjikan tidak akan ada provokasi militer, seperti uji coba nuklir atau peluncuran rudal balistik, selama dialog Korut-AS itu berlangsung.

Dalam tanggapan soal tawaran Korut untuk dialog membahas denuklirisasi, Trump memberikan sambutan baik. Trump bahkan menilai tawaran Korut itu tulus. Namun sejumlah pejabat AS, Korsel dan Jepang menyuarakan keraguan atas tawaran Korut itu.

Usai berkunjung ke AS, Chung dan Soh akan menjalani misi terpisah. Chung akan berkunjung ke China dan Rusia, sedangkan Suh akan mendatangi Jepang untuk memberikan penjelasan kepada setiap negara soal hasil pertemuan dengan Korut

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *