Usai Lengser, Aher Ingin Jadi Ketua DKM Masjid Terapung Gedebage

Masa jabatan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat akan selesai dalam hitungan bulan. Suami Netty Prasetyani tersebut mengaku berniat menjadi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar masjid terapung di Gedebage, usai 10 tahun menduduki Gedung Sate.

Jelang purna tugasnya, Aher melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Jabbar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, Jumat (2017/12/2017). Masjid yang berdiri di atas lahan 26 hektar tersebut, berada tak jauh dari Stadion GBLA Bandung.

Aher mengaku Masjid Al Jabbar akan menjadi warisan monumental di akhir masa jabatannya. Ia berharap pemimpin selanjutnya bisa terus melanjutkan pembangunan masjid dengan proyek senilai Rp 1 triliun tersebut.

“Masjid megah ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Karena satu-satunya model seperti ini di dunia. Saya harap pemimpin selanjutnya akan melanjutkan pembangunan masjid ini,” ungkap dia usai peletakan batu pertama.

Ia mengatakan kawasan Gedebade di masa mendatang akan menjadi pusat perkotaan. Sehingga, sambung dia, seiring berjalannya waktu, pengembangan perumahan mulai menjamur di kawasan Bandung Timur tersebut.

“Insya Allah melihat akan ada banyak perumahan juga, mereka yang memakmurkan masjid ini nantinya,” tutur dia.

Tidak hanya mengajak penduduk sekitar masjid, Aher mengaku akan mengabdikan diri memakmurkan masjid tiga lantai tersebut. “Mudah-mudahan saya jadi bagian yang memakmurkan masjid ini. Insyallah Aher jadi DKM masjid ini. Kan menjadi kebanggaan masjid yang membangun ketakwaan jadi DKMnya,” kata dia.

Bangunan masjid bentuk persegi tersebut terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama akan digunakan sebagai museum sejarah nabi, sementara lantai dua dan tiga dimanfaatkan untuk ibadah dengan kapasitas 60 ribu jamaah.

“Masjid modern harus multifungsi selain tempat ibadah juga ada unsur edukasi. Oleh karena itu kami sediakan museum sejarah nabi di lantai 1,” ujar Aher.

Ia menuturkan museum tersebut akan dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan museum unik. Bahkan, Aher mengklaim museum sejarah nabi yang akan dibangun bisa menyerupai museum di Mekah, Arab Saudi.

“Ini replikasi museum sejarah nabi yang ada di Mekah, itu ide dasarnya. Pengalamn saya di mekkah, ketika masuk dijelaskan dari awal sampai akhir, keluar (museum) saya bercucuran air mata,” ungkap dia.

Dia menginginkan keberadaan museum sejarah nabi bisa memberikan pengetahun lebih kepada masyarakat. Hanya dengan waktu yang singkat, masyarakat bisa memahami sejarah nabi.

“Edukasi pendekatan unik sehingga orang dapat manfaat mengetahui sejarah nabi dalam waktu singkat,” tutur dia.

Aher mengatakan pembangunan Masjid Al Jabbar yang dilakukan berkat kolaborasi Pemprov Jabar dan Kementerian PUPera akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai akhir tahun 2018 dengan anggaran Rp 511 miliar.

“Tahap pertama itu untuk pembangunan masjid dan satu menara. Kami targetkan akhir tahun 2018 sudah mencapai 70 persen. Sisa anggaran untuk tahap kedua akan dialokasikan tahun 2019. Jadi total nilai proyek hampir Rp 1 triliun,” pungkas Aher.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *