Unik! Paus Kepala Busur Bernyanyi Seharian Selama Musim Kawin

Washington – Paus kepala busur mendapat julukan sebagai ‘Louis Armstrong’ lautan oleh para peneliti. Sebabnya paus ini menghasilkan beragam gaya suara selama mereka menjalani musim kawin.

Dilansir The Independent, Kamis (5/4/2018), paus kepala busur yang memiliki mulut terbesar di antara binatang yang ada, secara konstan menghasilkan repertoar vokal selama musim kawin di musim dingin, ketika dia tinggal di bawah kedalaman laut yang membeku.

Selama periode tersebut, paus itu menyanyi selama 24 jam sehari. Para peneliti menggunakan hydrophones — mikorofon bawah air — untuk merekam aktivitas paus kepala busur saat musim kawin selama beberapa tahun belakangan ini.

Mereka terkejut dengan beragam vokalisasi yang dihasilkan paus tersebut, yang mengikuti pola-pola khusus, yang terkadang diulang selama beberapa bulan, namun tak pernah diulang pada tahun berikutnya.

Peneliti utama studi ini, Profesor Kate Stafford, yang merupakan ahli kelautan Universitas Washington, membandingkan gaya musik paus tersebut dengan musik jazz. “Jika nyanyian paus bungkuk adalah musik klasik, maka paus kepala busur adalah jazz. Musiknya lebih bebas,” katanya.

“Dan ketika kami melihat selama empat musim dingin dari data, tidak ada tipe lagu yang diulang tiap tahunnya, tapi tiap musim mereka memiliki satu set lagu baru,” imbuhnya.Studi itu dipublikasikan dalam Biology Letters, yang menganalisa data audio selama beberapa tahun dari Greenland pada 2010 hingga 2014. Total ada 184 lagu spesifik atau frase musik yang teridentifikasi.

Populasi paus kepala busur Spitsbergen saat ini terancam punah. Spesies ini diburu secara brutal setelah penangkapan paus untuk kebutuhan komersial dimulai pada abad ke-17.

Saat ini diduga ada 100 ekor paus yang tinggal di populasi Spitsbergen, dengan total sekitar 10 ribu ekor yang tinggal di empat populasi lainnya.

Paus-paus Atlantik Utara menghadapi kepunahan karena tidak ada kelahiran baru yang tercatat. Profesor Stafford yang sudah merekam nyanyian paus di lautan dunia, pertama kali menemukan paus kepala busur bernyanyi di Greenland 2007.

“Saat itu kami berharap untuk mendengar sejumlah suara ketika memasang hydrophones,” katanya.

“Ketika kami mendengar, hal itu sangat menakjubkan. Paus kepala busur bernyanyi dengan nyaring selama 24 jam sehari, dari November sampai April. Dan mereka menyanyikan beragam jenis lagu,” katanya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *