Ulama Tersangka Dalang Teror Mumbai Dibebaskan, India Sangat Marah

Seorang ulama Pakistan yang dituduh menjadi dalang serangan teror di Mumbai, India telah dibebaskan oleh pengadilan Pakistan. Pemerintah India sangat marah atas putusan ini.

Pengadilan di Lahore, Pakistan pada Rabu (22/11) waktu setempat memerintahkan pembebasan ulama Hafiz Saeed, yang kepalanya dihargai US$ 10 juta atau lebih dari Rp 135 miliar oleh pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah AS dan India menuding Saeed bertanggung jawab dalam aksi penyerangan terkoordinasi yang dilakukan kelompok bersenjata selama tiga hari di Mumbai, yang menewaskan 165 orang pada November 2008 lalu. Saeed menyangkal keterlibatannya.

“India, seperti halnya seluruh komunitas internasional, sangat marah karena seorang teroris yang dilarang PBB dibiarkan berjalan bebas dan meneruskan agenda jahatnya,” cetus Raveesh Kumar, juru bicara Kementerian Luar Negeri India kepada para wartawan di New Delhi, India seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/11/2017).

Kumar mengatakan, pembebasan Saeed menunjukkan bahwa Pakistan terus melanjutkan kebijakannya mendukung dan melindungi aktoraktor nonnegara yang terlibat dalam aktivitas militan di wilayah tersebut.

Saaed telah dinyatakan sebagai teroris global oleh PBB dan AS atas dugaan keterlibatannya dalam serangan di Mumbai. Pria itu berada di bawah tahanan rumah di kota Lahore sejak Januari lalu. Namun dalam putusan pekan ini, Pengadilan Tinggi Lahore memerintahkan pembebasannya dan menolak argumen pemerintah bahwa dia merupakan ancaman bagi keamanan umum.

Ulama tersebut mendirikan kelompok militan LashkareTaiba (LeT) yang berbasis di Pakistan pada 1990an. Ketika organisasi itu dilarang, ia menghidupkan kembali organisasi yang jauh lebih tua, JamaatudDawa (JuD) pada tahun 2002.

Saeed bersikukuh JuD adalah organisasi kesejahteraan umat Islam, tetapi Amerika menyebut JuD adalah kedok untuk LashkareTaiba (LET), kelompok militan yang disebut AS dan India sebagai pelaku serangan tiga hari di Mumbai.