Trump Ancam Bubarkan Pemerintah Demi Membangun Tembok Meksiko

Jakarta Donald Trump bertekad untuk membubarkan pemerintahannya jika hal itu diperlukan untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko yang sejak dulu dijanjikannya.

Presiden AS itu mengatakan kepada para pendukungnya pada sebuah mimbar akbar dengan tema yang diembannya sejak kampanye, “Menjadikan Amerika Kembali Hebat ” di Phoenix, Arizona, bahwa politikus Demokrat yang beroposisi merupakan para penghambat.

Selama pidato 80 menit tersebut, dia juga memojokkan media, yang menurutnya telah memberi panggung kepada kelompokkelompok ultra kanan.

Trump juga mengatakan bahwa dia mungkin pada akhirnya akan menghentikan Nafta, kesepakatan perdagangan bebas dengan Meksiko dan Kanada,

Tentang Korea Utara, presiden melontarkan harapan tentang kemungkinan peredaan ketegangan terkait uji coba rudal dan program nuklir Korea Utara.

Mengacu pada pemimpin Korea Utara Kim Jongun, Trump berkata: “Saya menghargai kenyataan bahwa dia mulai menghargai kita”.

“Dan mungkin bisa tidak, tapi mungkin bisa muncul sesuatu yang positif,” tambahnya.

Para pengunjuk rasa di luar acara, sempat bentrok dengan polisi. 

Presiden Trump memulai dan mengakhiri pidatonya dengan mendesak rakyat Amerika untuk bersatu.

Tapi dia dengan cepat beralih mencerca musuhmusuh tradisionalnya, dimulai dengan media yang menurutnya salah mengartikan katakatanya yang sempurna tentang kekerasan di sebuah unjuk rasa sayap kanan di Charlottesville, yang menyebabkan seorang perempuan meninggal.

Dia menuduh “orangorang yang benarbenar tidak jujur di media, serta dan media palsu, mencoba untuk merampas sejarah dan riwayat kita,” karena, katanya, mereka “tidak menyukai negara kita.”

Trump juga membacakan bagian dari pidato yang dia sampaikan beberapa jam setelah peristiwa Charlottesville, namun dengan menghapus kalimat kontroversial bahwa kedua belah pihak samasama bersalah.

Para pendukung Trump terdengar menriakkan kutukan pada media yang dimusuhi Donald Trump. 

Perhatian Trump kemudian beralih ke imigrasi dan kepada politikus Partai Demokrat yang menurutnya “membahayakan keamanan Amerika” dengan menentang tembok yang ingin dibangunnya di sepanjang perbatasan selatan AS dengan Meksiko.

Dia mengatakan petugas imigrasi yang bekerja di daerah tersebut mengatakan bahwa langkah untuk membendung aliran imigran ilegal sangatlah vital..

Trump menyimpulkan: “Jika itu artinya harus membubarkan pemerintahan, kita akan tetap membangun tembok itu.”

Sementara pernyataanpernyataannya disambut dengan sorak sorai di dalam ruang acara, para pemrotes antiTrump yang telah berkumpul di luar, bentrok dengan polisi setelah acara Trump selesai.

Polisi melepaskan gas air mata setelah para pemrotes melemparkan botol dan batu, lapor kantor berita Reuters.