Tolak Permenhub, Ini yang Dilakukan Pengemudi Taksi Online Surabaya

Ratusan pengemudi taksi online di Surabaya menolak Permenhub No 108 Tahun 2017. Sebagai bentuk protes, mereka memarkir mobilnya sekitar 400 meter di frontage road sisi barat, Jalan Ahmad Yani.

“Ada 3 poin yang kami perjuangkan dalam Permenhub 108/2017,” kata salah satu pengemudi taksi online, Habibi, di lokasi frontage road sisi barat Jalan Ahmad Yani, Senin (28/1/2018).

Ketiga poin yang dinilai memberatkan para pengemudi taksi online yakni diwajibkan uji KUR, SIM A umum dan stiker khusus.

“Ini mobil pribadi dan surat kendaraan namanya bukan milik pribadi, tapi berubah menjadi perusahaan. Dan rata-rata taksi online, kendaraannya baru. Sehingga tidak perlu diragukan kenyamanan dan keamanannya serta 70-80 persen taksi konvensional adalah SIM A biasa, bukan umum tapi kenapa kami diwajibkan menjadi umum,” ungkap Habibi.

Untuk stiker, pria yang sudah menjalani pengemudi taksi online 2 tahun ini mengatakan selama ini selalu mendapat tindakan tidak baik dari taksi konvensional dan sopir angkutan umum lainnya.

“Selama ini kita jalan sudah mendapat kecaman dari konvensional atau kendaraan umum. Bagaimana diberi stiker pasti kami malah menjadi sasaran empuk,” ungkapnya.

Selama melakukan aksi, mereka memasang spanduk di mobil dan mensweeping kendaraan dan ojek online yang sedang melintas. Mereka mengajak untuk melakukan aksi yang sama.

Sementara polisi yang berjaga hanya mengimbau agar pengemudi online tidak melakukan sweeping. Saat ini 20 perwakilan peserta unjuk rasa sudah diterima Dishub Jatim.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *