Tiap Ajaran Baru, Warga Sidokepung Tagih Janji ke SMPN 2 Buduran

Warga Desa Sidokepung mengeluh anak-anaknya tidak diterima di SMPN 2 Buduran Sidoarjo. Padahal pihak sekolah berjanji tiap tahun menerima anak-anak sekitar Desa Sidokepung, saat ajaran baru.

Kesepakatan pihak sekolah dan warga ini terjadi saat tanah milik beberapa warga Sidokepung menjual tanah gogol dengan harga murah. Harapannya, anak cucu bisa bersekolah di SMP Negeri 2 Buduran.

Salah satu warga M.Salim (50) warga Sidokepung RT 27 RW 07 mengaku orang tuanya menjual sawahnya dengan harga yang murah agar kelak anak cucunya bisa bersekolah di SMP Negeri 2 Buduran.

“Orang tua saya pada sekitar tahun 1984 jual tanah dengan harga murah untuk dibangun sekolahan, dengan harapan anak cucunya bisa bersekolah di SMP Negeri 2 Buduran ini,” kata M.Salim kepada wartawan di depan SMPN 2 Buduran, Selasa (11/7/2017).

Dari hasil jual tanah gogol itu, jelas Salim, orang tuanya mendapat uang Rp 800 ribu. “Namun luas tanah tersebut saya tidak tahu, pokoknya dikasih uang Rp 800 ribu,” tambah M. Salim.

M.Salim menjelaskan, jumlah warga Sidokepung yang memiliki tanah gogol dan kini diperuntukkan untuk sekolah 40 orang. Namun dirinya tidak mengetahui berapa luas tanah yang dijual 40 orang itu.

“Jumlahnya 40 orang yang memiliki tanah gogol dan dijual ke sekolah, harapannya anak cucu bisa bersekolah di sini, tidak jauh-jauh dari rumah. Tapi kenapa ada anak warga yang tidak diterima di sekolah ini,” terang M. Salim.

Dirinya dan warga pun tetap akan menagih janji kesepakatan tersebut tiap ajaran baru. “Setiap tahun tetap akan kami tagih janji untuk anak yang asli Sidokepung agar dimudahkan untuk menjadi siswa atau siswi di SMP Negeri 2 Buduran,” jelasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *