Tentara Israel Lukai 56 Warga Palestina dalam Bentrokan Terbaru

Bentrokan antara demonstran Palestina dengan Israel kembali pecah di Tepi Barat dan Gaza. Sedikitnya 56 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan terbaru yang dipicu oleh keputusan kontroversial Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dituturkan juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra, seperti dilansir AFP, Sabtu (30/12/2017), tentara Israel melepas tembakan dalam bentrokan di beberapa area Gaza pada Jumat (29/12) waktu setempat. Al-Qudra menyebut tembakan Israel itu melukai 40 warga Palestina, dengan empat orang di antaranya mengalami luka serius.

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel menyebut ada 2 ribu demonstran Palestina yang melemparkan batu dan molotov ke arah tentara Israel yang ada di sisi lainnya pada perbatasan Gaza-Israel.

Di wilayah Tepi Barat, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sedikitnya 16 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel. Di wilayah itu, tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan dengan peluru sungguhan saat bentrokan terjadi.

Militer Israel menyebut ada sekitar 500 demonstran Palestina yang melakukan aksi bakar ban dan melemparkan molotov serta batu ke arah tentaranya di 30 area berbeda di Tepi Barat.

Militer Israel juga menggempur Jalur Gaza dengan tembakan tank dan serangan udara pada Jumat (29/12) waktu setempat. Gempuran ini merupakan balasan setelah sejumlah roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel bagian selatan.

Dua dari tiga serangan roket dari Gaza berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel. Satu roket lainnya diklaim mengenai sebuah bangunan di wilayah Israel dekat Gaza. Tidak ada kerusakan maupun korban jiwa akibat serangan roket dari Gaza ini.

Gempuran Israel ditargetkan terhadap dua pos yang diyakini milik Hamas yag menguasai Gaza. Juru bicara Kementerian Kesehatan Hamas menyatakan tidak ada korban luka akibat gempuran Israel di Gaza.

Keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu kecaman dan unjuk rasa besar-besaran di berbagai belahan dunia, termasuk di wilayah Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *