Tanggul Wedok Jebol, 24 Hektar Sawah Dua Desa Terendam Banjir

Tanggul dalam Sungai Bengawan Solo yang jebol di Desa/Kecamatan Maduran, menyebabkan puluhan hektar lahan persawahan di dua desa masih terendam. Sementara kondisi Bengawan Solo mulai surut.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Lamongan menyebutkan, kondisi tanggul dalam atau yang oleh warga biasa disebut Tanggul Wedok belum bisa diperbaiki. Pasalnya, perbaikan masih menunggu kondisi sungai surut.

“Kalau airnya sudah surut akan segera ditangani,” kata Kasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata SMP saat dihubungi detikcom, Senin (20/11).

Dikatakan Jannata, perbaikan tanggul masuk di dua instansi berbeda, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas SDA Lamongan. Dari pertemuan 2 instansi, terang Jannata, dicapai kesepakatan perbaikan tanggul yang jebol akan dilakukan setelah air surut.

“Kemarin sudah koordinasi dan hasilnya nanti kalau airnya sudah surut akan ditangani,” terang Jannata.

Sementara ketinggian air di Sungai Bengawan Solo saat ini sudah mulai surut. Tercatat, ketinggian air di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Babat saat ini 5.63 skala physcal. Sedangkan di papan ukur di Desa Plangwot, Kecamatan Laren, ketinggian air Bengawan Solo saat ini 3.79 skala physcal dan di papan ukur di Kecamatan Karanggeneng 2.95 skala physcal.

Sabtu (18/11), tanggul dalam di Desa/Kecamatan Maduran jebol selebar 25 meter. Jebolnya tanggul ini akibat meningkatnya volume air di Bengawan Solo, karena tingginya curah hujan mulai dari hulu hingga wilayah Lamongan.

Jebolnya Tanggul Wedok Bengawan Solo mengakibatkan areal sawah 24 hektar di Desa Maduran, dan sekarang air luapan Sungai Bengawan Solo, sudah menggenangi areal sawah di Dusun Sawo, Desa Jangkungsumo seluas 40 hektar, sehingga total sawah yang tergenang akibat tanggul jebol 65 hektar.