Tak Lolos ke Verifikasi Faktual, Partai Idaman: Dihadang di Awal

Partai Idaman termasuk dalam 7 partai politik (parpol) yang dinyatakan tidak lolos pada tahap verifikasi faktual. Penyebabnya karena ada berkas dari partai besutan Rhoma Irama itu yang hanya berupa salinan.

“Dari bukti yang kita terima tadi, ada beberapa daerah yang tidak memenuhi syarat (TMS). Nanti kita cocokkan dengan data yang kita miliki,” ujar Sekjen Partai Idaman Ramdansyah di kantor KPU, Jalan Imam Bondjol, Jakarta Pusat, Minggu (24/12/2017).

“Dan sekarang mau kita rapatkan dengan pimpinan, apakah kita lanjut ke Bawaslu dan PTUN ini yang akan kita lanjutkan,” imbuh Ramdansyah.

Ramdansyah menyebut ada beberapa berkas dari daerah yang tidak sampai ke Jakarta. Dia pun mengkritisi proses administrasi partai baru di KPU yang semakin berat.

“SK asli dibutuhkan teman-teman wilayah, (tapi) karena memang diperlukan KPU ya kami serahkan semua, (tapi) tadi ada yang bolong. Kedua, Sipol yang wajib di-upload, setelah kami upload, ada data yang TMS. Itu dalam berkas KPU TMS, DPC masuk ke KPU TMS juga. Kalau memang ini buktinya kita cukup, kemungkinan besar kita lanjut ke Bawaslu,” ujar Ramdansyah.

“Kita sudah berjuang. Kalau boleh kami mengutip ahli kami, Dr Chusnul Mariyah, komisioner KPU 2004, ‘untuk bikin partai 100 persen provinsi, 75 persen kabupaten/kota, dan 50 persen kecamatan itu sangat berat sekali. Justru manajemen adminstrasi pemilu ini dapat membunuh partai baru, jadi sudah dihadang di awal’,” imbuhnya.

Sebelumnya KPU menyampaikan tindak lanjut putusan Bawaslu atas 9 parpol. KPU menyebut dari 9 parpol itu, hanya 2 parpol yang bisa lanjut ke verifikasi faktual yaitu PBB dan PKPI Hendropriyono.

Sedangkan, 7 parpol yang tidak lolos yaitu Partai Idaman, Partai Suara Rakyat Indonesia, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Indonesia Kerja, Partai Republik, Partai Bhinneka Indonesia, dan Partai Rakyat.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *