Tak Ingin Kasus Debora Terjadi Di Kudus, Bupati Gelar Rapat Khusus

Kudus Kasus kematian bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) menjadi pelajaran banyak pihak. Tak terkecuali Bupati Kudus Mustofa Wardoyo yang menggelar rapat khusus untuk memastikan kasus yang sama tak terjadi di wilayahnya.

Musthofa Wardoyo langsung memanggil sejumlah pemangku bidang kesehatan di Kabupaten Kudus, hari ini.

Di hadapan kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, para kepala puskesmas, beserta tenaga kesehatan di pendopo Kabupaten, Bupati meminta semua jajaran kesehatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

“Jangan ada Debora di Kudus,” tegasnya, Senin (11/9/2017).

Menurutnya, pelayanan terbaik harus selalu menjadi hal utama yang dilakukan. Yakni semua fasilitas kesehatan di Kudus baik negeri maupun swasta memberikan pelayanan terbaik atas dasar kemanusiaan.

“Pelayanan itu bukan berorientasi materi,” lanjut dia.

Ditambahkannya, setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, tanpa melihat latar belakang.

“Saya meminta agar siapapun yang datang ke puskesmas atau rumah sakit bisa segera terlayani. Tanpa melihat latar belakangnya. Apalagi di Kudus masyarakat bisa dilayani di puskesmas atau kelas III RS hanya dengan KTP,” paparnya.

Kesiapan tenaga medis dan segala perlengkapannya menjadi perhatian.

“Tidak boleh ada puskesmas yang bednya terlipat. Semua harus siap menerima pasien kapanpun. Termasuk kebersihan juga harus dijaga,” pesannya.