Surat Terbuka Kepala Gereja-gereja di Yerusalem untuk Trump

Yerusalem Patriark dan Kepala Gerejagereja Lokal di Yerusalem mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru saja mengumumkan pengakuan resmi AS tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Apa isi surat itu?

Surat terbuka itu dilampirkan oleh Uskup Canterbury Justin Welby yang merupakan uskup paling senior dalam Gereja Inggris, lewat akun Twitternya pada 6 Desember. “Surat dari kepalakepala Gereja di Yerusalem untuk Presiden @realDonaldTrump,” tulis Uskup Welby sambil memention langsung akun Twitter pribadi Trump.

Dalam surat terbuka yang ditulis di Yerusalem tertanggal 6 Desember itu, para kepala gereja Yerusalem memberikan penjelasan mengenai status Yerusalem kepada Trump. Pada intinya mereka meminta Trump untuk tetap mempertahankan status quo atau status internasional Yerusalem yang selama ini berlaku.

“Tanah kami disebut sebagai tanah perdamaian. Yerusalem, kota Tuhan, adalah sebuah kota perdamaian bagi kami dan bagi dunia. Sayangnya, meskipun, tanah suci kami dengan Yerusalem sebagai Kota Suci, hari ini menjadi tanah konflik,” demikian bunyi surat terbuka itu seperti dikutip detikcom, Kamis (7/12/2017).

Disebutkan bahwa tiga agama Yahudi, Islam, dan Kristen yang ada di Yerusalem selalu meminta perdamaian dalam doadoanya.

“Pak Presiden, kami mengikuti, dengan kekhawatiran, laporanlaporan kemungkinan perubahan soal bagaimana Amerika Serikat memahami dan menangani status Yerusalem. Kami yakin langkahlangkah semacam itu akan meningkatkan kebencian, konflik, kekerasan dan penderitaan di Yerusalem dan Tanah Suci, membawa kita menjauh dari tujuan persatuan dan semakin mendalam pada pemecahbelahan yang menghancurkan,” sebut kepalakepala Gereja di Yerusalem dalam suratnya.

“Kami meminta kepada Anda, Pak Presiden, untuk membantu kami berjalan menuju cinta kasih dan perdamaian yang pasti, yang tidak bisa tercapai tanpa Yerusalem diperuntukkan bagi semua,” imbuh surat terbuka itu.

“Saran dan permohonan serius kami adalah agar Amerika Serikat terus mengakui status internasional Yerusalem saat ini. Setiap perubahan mendadak akan memicu bahaya yang tidak bisa diperbaiki,” imbau mereka untuk Trump.

Para kepala gereja di Yerusalem meyakini bahwa Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi. Mereka menyebut, Yerusalem bisa dibagi dan dinikmati secara penuh oleh setiap orang yang tinggal di dalam Kota Suci itu.

“Menjelang Natal ini, kami memohon agar Yerusalem tidak dijauhkan dari perdamaian, kami meminta Anda Pak Presiden, untuk membantu kami mendengarkan suara malaikat. Sebagai pemimpin umat Kristen di Yerusalem, kami mengundang Anda untuk berjalan bersama kami dalam harapan, bahwa kita bisa membangun perdamaian yang inklusif, adil untuk semua warga kota unik ini dan Kota Suci,” demikian bunyi surat terbuka itu.