Spanyol Ngotot Gagalkan Referendum Kemerdekaan Catalonia 1 Oktober

Warga Catalonia di Spanyol akan menggelar referendum kemerdekaan pada 1 Oktober mendatang. Namun pemerintah Spanyol menolak keras referendum ini dan menyatakannya ilegal. Kepolisian Spanyol pun berencana menduduki tempattempat pemungutan suara di Catalonia.

Dituturkan sejumlah pejabat senior pemerintahan Spanyol, pihaknya telah melakukan banyak hal untuk mencegah referendum kemerdekaan di Catalonia, wilayah di Spanyol bagian timur laut. Diketahui bahwa saat ini Catalonia kekurangan komisi pemilu, kotak suara, surat suara, sensus yang transparan dan materimateri pemilu.

“Hari ini kami bisa menegaskan bahwa tidak akan ada referendum yang efektif di Catalonia. Semua logistik referendum telah dibongkar,” tegas perwakilan pemerintah Spanyol di Catalonia, Enric Millo, kepada wartawan di Barcelona, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/9/2017).

Pendukung referendum kemerdekaan Catalonia 
Di sisi lain, jaksa Catalonia telah memerintahkan kepolisian setempat, yang disebut Mossos dEsquadra, untuk mengambil alih setiap tempat pemungutan suara pada Sabtu (30/9) lusa.

Dalam surat perintah yang dirilis untuk kepolisian pada Senin (25/9) kemarin, kantor jaksa setempat menyatakan mereka akan mencatat namanama orang yang ikut serta dalam voting referendum dan menyita dokumendokumen terkait milik orangorang tersebut.

Surat perintah itu juga menyebut, setiap orang yang kedapatan memiliki kunci atau kode masuk ke tempattempat pemungutan suara, akan dianggap sebagai kaki tangan dalam tindak kriminal pembangkangan, penyimpangan jabatan dan penyelewengan anggaran negara.

Otoritas Spanyol dalam beberapa pekan terakhir mengambil langkahlangkah politik dan hukum untuk mencegah digelarnya referendum kemerdekaan di Catalonia. Mereka berusaha mengendalikan penggunaan uang negara di Catalonia dan menangkap para pejabat lokal. Ratusan polisi juga dikerahkan ke Barcelona, kota terbesar di wilayah Catalonia, dan beberapa kota lainnya.

Pemerintah pusat di Madrid bahkan mengancam akan menjatuhkan hukuman denda terhadap setiap birokrat yang terlibat referendum, termasuk komisi pemilu lokal yang telah dibubarkan pekan lalu. Aksiaksi ini memicu unjuk rasa besarbesaran dari tokohtokoh pemimpin Catalonia.

Kelompok prokemerdekaan telah berupaya selama bertahuntahun demi mendapat persetujuan pemerintah pusat Spanyol untuk menggelar referendum kemerdekaan. Gerakan memerdekakan diri muncul di Catalonia setelah pembatasan otonomi untuk wilayah ini sejak akhir tahun 1970an usai kepemimpinan otoriter Perdana Menteri Francisco Franco. Kondisi perekonomian Spanyol yang menurun semakin memperparah situasi di Catalonia. Banyak warga yang marah karena harus membayar pajak kepada pemerintah pusat di Madrid, demi mensubsidi wilayah lain yang lebih miskin.

Pendukung referendum kemerdekaan Catalonia
Sejak tahun 2012, unjuk rasa besarbesaran semacam ini digelar di wilayah Catalonia setiap tahunnya, tepat saat hari nasional mereka pada 11 September. Seruan memerdekakan diri semakin menguat setelah politikuspolitikus dari partai prokemerdekaan menguasai parlemen daerah Catalonia untuk pertama kalinya pada tahun 2015 lalu.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menyatakan referendum kemerdekaan ini bertentangan dengan hukum. Mahkamah Konstitusional Spanyol telah memerintahkan referendum ini dihentikan, sementara aspek legalitasnya ditentukan. Pemimpin separatis Catalonia bersikeras akan tetap menggelar referendum pada Minggu (1/8) mendatang.

Menurut perkiraan, hasil referendum akan mendukung kubu iya, karena lebih dari 40 persen warga Catalonia yang mendukung kemerdekaan dari Spanyol, akan menggunakan hak suaranya. Diketahui total ada 5,5 juta jiwa pemilih di Catalonia. Kendati banyak dukungan, namun perlawanan dari pemerintah pusat berarti hasil referendum kemungkinan besar tidak akan diakui.

Surat suara untuk referendum kemerdekaan Catalonia yang dilarang
Referendum serupa pernah digelar pada November 2014 dan hasilnya dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat di Madrid. Saat itu hasil referendum menunjukkan mayoritas warga Catalonia ingin berpisah dari Spanyol, namun suara mereka dinyatakan nonrepresentatif.

Related Post