Siksa PRT 11 Tahun, Majikan di Bangladesh Dipenjara Seumur Hidup

EPAAduri ditemukan oleh polisi di tempat sampah dalam keadaan tidak sagar, kurang gizi, dan mengalami lukaluka di tubuhnya.

Seorang majikan perempuan di ibu kota Bangladesh, Dhaka, dihukum penjara seumur hidup setelah menyiksa Aduri, bocah yang bekerja di rumahnya sebagai pembantu rumah tangga.

Vonis ini dikeluarkan hakim setelah menggelar sidang di Dhaka, Selasa (18/07).

“Terdakwa mendesak kami untuk mencabut gugatan dan memaksakan penyelesaian di luar pengadilan. Kami tidak mau. Kami banyak terbantu oleh media,” kata Nazrul, paman Aduri, seperti dikutip media Bangladesh, bdnews24.com.

Pengancara keluarga korban, Salma Ali, mengatakan puas dengan keputusan pengadilan sementara tim pembela terdakwa mengatakan akan naik banding dengan alasan putusan ini tidak adil.

“Kami akan banding ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Saiful Islam, pengacara terdakwa.

Aduri ditemukan oleh polisi di tempat sampah empat tahun lalu, dalam keadaan tidak sadar, kurang gizi, dan mengalami lukaluka di badannya.

Laporan media menyebutkan bahwa Aduri dibuang ke tempat sampah setelah majikan menganggap Aduri telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan polisi memperlihatkan Aduri disiksa oleh majikan sehari sebelumnya. Disebutkan majikan antara lain menyayatnya dengan pisau dan memukulinya dengan besi panas.

Saat ditemukan Aduri berusia 11 tahun. Ia berasal dari keluarga dengan sembilan anak dan dikirim ke ibu kota Dhaka sebagai pembantu rumah tangga setelah ayahnya meninggal dunia.

Sejak kasus ini menjadi pemberitaan media, keluarganya mendapat banyak bantuan dan sekarang ia bisa bersekolah di daerah asalnya.

Sejumlah kalangan di Bangladesh mengatakan kasus Aduri menggarisbawahi rentannya para pembantu yang berasal dari keluarga miskin.