Siklon Marcus Jauhi Indonesia, Gelombang Laut Masih Tinggi

Siklon tropis Marcus terdeteksi melintasi wilayah Samudera Hindia atau tepatnya di selatan Pulau Jawa selama 24 jam terakhir. Saat ini posisinya menjauhi wilayah Indonesia ke arah selatan-barat daya. Namun dampak siklon yang tumbuh dari wilayah Australia itu masih dirasakan di pesisir selatan Jawa.

“Posisi hari ini, siklon tropis Marcus di sebelah barat Australia atau di selatan Jawa, dengan jarak sekitar 1.450 km. Tapi kondisi ini masih menyebabkan adanya peningkatan tinggi gelombang di selatan Jawa termasuk Yogyakarta, berkisar 2,5-4 meter,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (23/3/2018).

Bagi nelayan serta masyarakat yang tinggal di pesisir selatan, lanjut Djoko, agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap gelombang tinggi khususnya ketika melaut.

“Juga perlu mewaspadai terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi diperiode transisi atau pancaroba, seperti banjir, genangan air, longsor, pohon tumbang, dan bahaya petir,” jelasnya.

Untuk diketahui, siklon Marcus pertama kali muncul tanggal 16 Maret 2018 di selatan Papua, atau utara Australia. Bibit siklon Marcus berasal dari wilayah Australia. Pergerakan siklon Marcus ke arah selatan-barat daya, menjauhi wilayah garis ekuator. Sebelum berada di selatan Pulau Jawa, siklon Marcus terpantau berada di 710 km selatan-barat daya Pulau Bali, kecepatan angin maksimum 205 km/jam dengan kecepatan gerak 28 km/jam.

“Secara umum, siklon tropis termasuk siklon Marcus ini memiliki radius atau diameter 100-200 km, besar. Suhu permukaan laut panas lebih dari 26,5 derajat celcius, sedangkan wilayah sekitarnya tidak terlalu panas. Terjadi wilayah tekanan rendah, dengan pusaran angin yang berputar di dekat pusatnya kecepatan lebih dari 63 km/jam atau 35 knot, cukup kencang,” imbuhnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *