Sidang Pembunuhan Raden Galih Ditunda, Istri Korban Histeris

Gege Diah, istri korban pengeroyokan dan pembunuhan almarhum Raden Galih Nurhikmah, histeris ketika tahu sidang yang menghadirkan sejumlah terdakwa ditunda majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi, Kamis (4/1/2018).

Gege bahkan sempat mengejar mobil tahanan yang membawa para terdakwa, “Kalian lihat saya, lihat saya. Saya adalah istri dari laki-laki yang kalian bunuh. Kalian lihat saya, bagaimana nasib anak saya kehilangan ayahnya,” teriak Gege, beberapa kerabat dan teman-temannya sempat menenangkan ibu satu anak tersebut.

Gege mengaku kecewa karena keluarga mertua (orang tua korban) termasuk dirinya sengaja datang atas inisiatif sendiri. Hingga persidangan kedua ini tidak ada undangan dari pihak PN Sukabumi untuk keluarga korban.

“Ini tidak adil, sangat tidak adil. Kita keluarga sudah sengaja datang ke tempat ini tapi sidang malah ditunda. Tentu saya sangat kecewa,” teriaknya lagi.

Senada dengan istri korban, Wawan Ridwan (49) ayah almarhum Raden Galih mengaku kecewa karena sidang pertama dan kedua tentang pembunuhan anaknya tidak ada keluarga yang di undang. Wawan mengaku ingin menyaksikan langsung jalannya persidangan tersebut.

“Kami ingin seadil-adilnya hukum ditegakkan, kami ingin memastikan semua pelaku dihukum seberat-beratnya. Kami hari ini kecewa karena baru hari ini kami datang sidang malah ditunda,” kata Wawan didampingi istrinya Lia Marliawati.

Wawan juga menyebut, ada upaya untuk menghentikan jalannya persidangan. Salah satunya adalah peristiwa pembacokan terhadap salah satu saksi mahkota yang memberatkan para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan tersebut.

“Satu saksi mengalami luka berat, kakinya dibacok dan terancam diamputasi. Korban S adalah salah satu saksi kunci yang mungkin karena peristiwa kekerasan yang diterimanya membuatnya tidak bisa hadir di persidangan,” lanjutnya.

Belum ada konfirmasi dari pihak pengadilan. Beberapa staf PN berpakaian batik menyebut jika Humas PN sedang bersidang.

“Humasnya kan sedang sidang, kalau kaitan sidang barusan memang agenda sidang kedua, namun ditunda karena ketua hakim yakni pak Bernard sedang tidak ada di tempat. Sidang berlanjut tanggal 11 pekan depan,” singkatnya.

Puluhan tetangga, kerabat dan teman dekat almarhum Raden Galih yang datang untik mengikuti sidang juga terlihat kecewa. Mereka sempat meneriakkan kalimat emosional, anggota kepolisian yang melakukan penjagaan terlihat sibuk menenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *