Seteru ‘Tombol Nuklir’, Bagaimana Kekuatan Nuklir AS Vs Korut?

Amerika Serikat dan Korea Utara terus berseteru soal nuklir. Kali ini, kedua negara tersebut saling klaim memiliki tombol nuklir yang siap untuk ditekan kapan saja.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un pada Senin (1/1) lalu memperingatkan AS bahwa ia memiliki tombol nuklir yang selalu berada di mejanya. Bahkan Kim Jong-Un juga mengatakan Korut tengah mempersiapkan nuklir berdaya ledak besar.

“Seluruh Amerika Serikat berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, sebuah tombol nuklir selalu ada di meja saya. Ini fakta, bukan ancaman,” kata Kim Jong Un.

Pernyataan Kim Jong-Un dibalas oleh Presiden AS Donald Trump. Dia mengatakan dirinya juga memiliki tombol nuklir.

“Akankah seseorang dari rezimnya yang melarat dan dilanda kelaparan tolong memberitahunya bahwa saya juga memiliki sebuah Tombol Nuklir, tapi jauh lebih besar dan lebih kuat dibandingkan miliknya, dan Tombol saya bekerja dengan baik!” imbuh Trump ucap Trump dalam komentar terbarunya via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump.

Melihat dua negara yang saling ‘pamer’ soal tombol nuklir, sebenarnya seperti apa kekuatan nuklir yang dimiliki AS dan Korut?

Berdasarkan data dari BBC dan Time, AS pertama kali meluncurkan uji coba nuklir pada 1945, sementara Korea Utara melakukannya pada 2006 lalu.

AS memiliki 6.800 hulu ledak nuklir. Rinciannya 2.800 rudal telah kedaluwarsa dan 4.000 lainnya disimpan. Sementara itu masih ada 1.800 rudal yang aktif. Salah satu rudal AS mampu mencapai 10 ribu kilometer.

Korea Utara memiliki 1.135 unit rudal, dimana 80 kim jonghingga 300 unit diantaranya berhulu ledak nuklir. Rudal Korut mampu menjangkau 11.500 kilometer.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *