AS Serukan Iran Segera Bebaskan Warganya yang Dibui 10 Tahun

Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada Iran untuk segera membebaskan warga AS dan warga asing lainnya yang ditahan atas dakwaan ‘rekayasa’. Seruan ini disampaikan setelah Iran memvonis warga AS keturunan China dengan hukuman 10 tahun penjara atas tudingan spionase.

Warga AS bernama Xiyue Wang yang berusia 37 tahun ditahan oleh Iran, setelah dituding ‘melakukan aktivitas mata-mata dengan dalih penelitian’. Wang yang lulusan Princeton University, AS ini ditangkap pada 8 Agustus 2016, saat akan meninggalkan Iran setelah melakukan penelitian.

Wang lahir di China, namun dinaturalisasi menjadi warga negara AS. Dia memiliki kewarganegaraan ganda AS-China.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (17/7/2017), Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya mengetahui soal penahanan warganya di Iran. “Kami mengetahui laporan soal Xiyue Wang, warga AS ditahan di Iran,” sebut Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, AS menyebut warganya ditahan secara tidak adil oleh Iran. Deplu AS menyerukan pembebasan segera seluruh warganya dan warga negara asing lainnya yang kini ditahan Iran.

“Kami terus menggunakan semua cara semampu kami untuk membantu warga AS yang membutuhkan bantuan kami di luar negeri, khususnya bagi pembebasan setiap warga negara AS yang ditahan secara tidak adil di luar negeri,” imbuh pernyataan Deplu AS itu. AS dan Iran sama sekali tidak memiliki hubungan diplomatik sejak April 1980, saat Revolusi Islam pecah.

“Kami menyerukan pembebasan segera seluruh warga negara AS yang ditahan secara tidak adil di Iran, agar mereka bisa kembali pada keluarga mereka,” tegas Deplu AS dalam pernyataannya.

Pernyataan Deplu AS itu dirilis setelah otoritas Iran mengumumkan penjatuhan vonis 10 tahun penjara terhadap Wang, atas tudingan spionase dan penyusupan ke Iran. AS sendiri menyebut dakwaan yang dijeratkan kepada warganya sebagai dakwaan ‘rekayasa’.

“Rezim Iran terus menahan warga negara AS dan beberapa warga negara asing lainnya atas dakwaan terkait keamanan nasional yang direkayasa,” tutur salah satu pejabat AS yang enggan disebut namanya.

“Keselamatan dan keamanan warga AS tetap menjadi prioritas tertinggi. Seluruh warga AS, khususnya yang berkewarganegaraan ganda, yang akan bepergian ke Iran, diminta berhati-hati dan membaca peringatan perjalanan terbaru,” imbuhnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *