Serangan Udara Rezim Suriah Tewaskan Hampir 30 Warga Sipil

Serangan-serangan udara rezim Suriah menewaskan hampir 30 warga sipil di sebuah kawasan yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus pada Senin (5/2) waktu setempat.

Warga di sejumlah wilayah Suriah telah melaporkan meningkatnya serangan-serangan udara. Pasukan Suriah bahkan dituding menggunakan bahan-bahan kimia beracun terhadap zona-zona yang dikuasai pemberontak.

Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (5/2) menyatakan ada “bukti jelas” serangan-serangan gas klorin dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di kawasan yang dikuasai pemberontak, Ghouta Timur dekat Damaskus.

Menurut kelompok pemantaun HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, puluhan serangan udara dan tembakan artileri dilancarkan di Ghouta Timur pada Senin (5/2) waktu setempat.

“29 wara sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka,” ujar kepala Observatory, Rami Abdel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/2/2018).

Serangan paling mematikan pada hari tersebut terjadi di sebuah pasar di kota Beit Sawa, yang menewaskan 10 warga sipil termasuk dua anak-anak. Sembilan warga sipil lainnya, dua orang di antaranya anak-anak dan seorang pekerja penyelamat lokal, tewas dalam serangan udara di Arbin.

Lebih dari 340 ribu orang telah tewas selama konflik di Suriah, yang berawal dengan aksi-aksi protes antipemerintah, namun kemudian berkembang menjadi perang saudara yang tak berkesudahan. Ribuan anak-anak termasuk di antara korban tewas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *