Serangan Rusia Tewaskan 53 Orang, Termasuk 21 Anak-anak di Suriah

Sedikitnya 53 warga sipil saat serangan udara Rusia menghantam bangunan permukiman di sebuah desa yang dikuasai kelompok ISIS di Suriah timur. Di antara korban tewas termasuk 21 anakanak.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan, serangan udara tersebut terjadi di desa AlShafah, provinsi Deir Ezzor pada Minggu (26/11/2017) pagi waktu setempat.

Kelompok tersebut awalnya menyebutkan jumlah korban jiwa sebanyak 34 warga sipil. Namun angkanya kemudian bertambah setelah lebih banyak jasad yang ditemukan dari reruntuhan bangunan.

“Jumlah korban meningkat setelah mengangkat puingpuing dalam operasi penyelamatan seharian penuh,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatory seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (27/11/2017).

Diimbuhkannya, setidaknya 18 orang mengalami lukaluka dalam serangan udara tersebut.

Dalam laporannya, kelompok Observatory yang berbasis di Inggris tersebut bergantung pada jaringan sumbersumber di wilayah Suriah. Observatory menyatakan pihaknya mengetahui pesawat tempur siapa yang melakukan seranganserangan udara berdasarkan jenis pesawat, lokasi, pola penerbangan dan munisi yang digunakan.

Rusia merupakan sekutu dekat Presiden Suriah Bashar alAssad. Pada September 2015, Rusia memulai intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Assad dalam menghadapi kelompok ISIS dan kelompokkelompok teroris lainnya.

Deir Ezzor merupakan salah satu tempat terakhir yang masih dikuasai ISIS di Suriah, setelah mereka diusir mundur dari basisbasis mereka termasuk kota Raqqa yang pernah menjadi ibu kota kekhalifahan ISIS di Suriah.