Serangan ransomware global timbulkan kekacauan

Serangan siber skala besar yang bermula di Ukraina semakin menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat.

Perusahaan farmasi Merck tercatat sebagai pihak pertama di Amerika yang melaporkan mengalami serangan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengatakan sedang memantau serangan itu.

Ransomware atau perangkat lunak pemeras ini membuat komputer beku sampai ditebus dengan pembayaran Bitcoin yang tak dapat dilacak.

Perusahaan pelayaran Denmark Maersk, perusahaan minyak raksasa Rusia Rosneft dan agen periklanan WPP juga diserang.

Di Ukraina, sistem pemantau radiasi di pembangkit nuklir yang sudah hancur, Chernobyl, terpengaruh, demikian juga berbagai kementerian, bank dan sistem transportasi. Bandara utama di ibu kota Kiev adalah salah satu perusahaan yang pertama kali melaporkan adanya masalah di Ukraina.

Pemantauan radiasi nuklir di Chernobyl sekarang dilakukan secara manual setelah sensornya yang berbasis Windows ditutup.

‘Ransomware baru’

Sejumlah ahli keamanan internet mengatakan virus jahat ini tampaknya memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang digunakan dalam serangan siber Wannacry bulan lalu.

“Pada awalnya ini tampak seperti jenis ransomware yang muncul tahun lalu,” kata ahli komputer Prof Alan Woodward.

“Perangkat lunak pemeras itu dinamai Petya dan versi barunya disebut Petrwrap.

“Namun, sekarang tidak begitu jelas,” jelas Profesor Woodward.

Perusahaan keamanan siber Rusia Kaspersky Lab melaporkan bahwa pihaknya meyakini perangkat jahat ini sebagai “ransomware baru yang belum diketahui sebelumnya” meskipun memiliki kemiripan dengan Petya.

Oleh karenanya, Kaspersky Lab menyebutnya sebagai NotPetya. Ditanbahkan oleh Kaspersky bahwa dugaan serangan sudah terdeteksi di Polandia, Italia, Jerman, Prancis dan Amerika Serikat, selain Inggris, Rusia dan Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *