Seorang Pelajar di Boyolali Ikut UNBK Dikawal Polisi

Tersangkut kasus hukum, seorang pelajar SMA bernama, Sigit Aldi Setiawan (19), harus berangkat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari ruang tahanan Mapolres Boyolali. Dia diantarkan polisi ke sekolahnya disebuah SMA Negeri di Sragen.

Sigit mulai hari ini harus mengikuti UNBK di hari pertama, Senin (9/4/2018). Dia ditahan di Mapolres Boyolali. Dia dijemput petugas Polsek Ngemplak menggunakan mobil patroli untuk diantarkan ke sekolahnya.

Dari Rutan Polres Boyolali, terlihat tersangka masih mengenakan pakaian bebas dan membawa tas ransel. Dia dikawal oleh anggota kepolisian menuju tempat ujian.”Kita mengedepankan hak dari tersangka, karena dia kan masih sekolah dan mulai hari ini harus mengikuti UNBK, sehingga kami antarkan ke sekolahnya untuk mengikuti UNBK. Ini untuk masa depan tersangka juga,” kata Kapolsek Ngemplak AKP Subiyati dihubungi detikcom melalui telepon selulernya Senin (9/4/2018).

Remaja asal Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen itu tersangkut pelanggaran hukum dan dikenakan pasal 372/378 KUHP atau penipuan dan atau penggelapan.

Dia bersama komplotannya yang masih satu kampung melakukan kejahatan di tol Solo-Kertosono (Soker), wilayah Ngemplak, Boyolali. Dengan modus mengaku sebagai anggota polisi, mereka merampas ponsel dan sepeda motor milik para remaja yang sedang nongkrong di jalan tol yang belum difungsikan tersebut.

Komplotan ini telah beraksi lebih dari 30 kali. Sebanyak tiga orang anggota komplotan telah diringkus polisi. Dua pelaku lainnya masih buron. Ketiga tersangka pun ditahan di Mapolres Boyolali. Termasuk tersangka Sigit yang masih berstatus pelajar kelas 12 SMA Negeri di Sragen.

Kanit Reskrim Polsek Ngemplak AKP Mujiono mengatakan, dari Polres tersangka tidak langsung dibawa ke sekolahnya. Namun mampir dulu ke Polsek Ngemplak, untuk ganti baju seragam SMA-nya kemudian baru diantarkan ke sekolah menggunakan mobil pribadi.

“Ke sekolahnya tidak menggunakan mobil dinas patroli, tetapi menggunakan mobil pribadi,” jelasnya.

Hal ini untuk menjaga kondisi psikis tersangka dari teman-teman sekolahnya. Bahkan, untuk pelaksanaan ujian, tersangka juga disiapkan ruangan khusus di sekolahnya berikut komputernya. Sehingga tidak menjadi satu dengan peserta ujian lainnya.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak sekolah. Awalnya, kami minta bisa dilaksanakan di Polres saja, tetapi karena ujiannya berbasis komputer, maka harus dilaksanakan di sekolahnya. Sehingga kami mengantarkan setiap hari ke sekolahnya. Pihak sekolah juga sudah menyiapkan satu ruangan khusus untuk ujian dia (tersangka),” ujar Mujiono.

Meski berstatus tahanan, namun dalam mengikuti UNBK, tersangka tetap menggunakan seragam sekolah.

“Buku-buku pelajarannya dan seragam sekolah sudah diantarkan keluarganya ke Polres,” imbuhnya.

Selama mengikuti UNBK yang akan berlangsung hingga Kamis (12/4/2018), penahanan tersangka akan dipindahkan ke Polsek Ngemplak. Hal ini agar lebih dekat ke sekolahnya dan petugas juga tak perlu menjemput ke Polres Boyolali.

“Kami harapkan belajarnya juga lebih fokus, karena kalau disini (Polsek Ngemplak) kan hanya sendirian. Jadi (belajarnya) tidak terganggu,” imbuh Kapolsek AKP Subiyati.

Sementara itu tersangka Sigit ditemui sebelum berangkat mengaku sudah siap mengikuti UNBK. Dia juga mengaku tadi malam sudah belajar selama dua jam.

“Hari ini Bahasa Indonesia, (tadi malam) belajar dari jam 7 (19.00 WIB) sampai jam 9 (21.00 WIB),” kata Sigit.

Hari ini dia jadwalnya mengikuti UNBK sesi ketiga pukul 14.00 WIB

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *