Seorang Kades di Boyolali Jadi Tersangka Pungli Penerbitan IMB

Seorang kepala desa di Boyolali menjadi tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli). Polres Boyolali menyita barang bukti antara lain uang tunai senilai Rp 110.612.000.

“Hari ini kami lakukan pelimpahan tahap 2 (pelimpahan tersangka dan barang bukti) kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto dihubungi wartawan, Senin (12/3/2018).

Willy menjelaskan, tersangka yakni Heri Dwi Widianto, Kepala Desa Teras, Kecamatan Teras, Boyolali. Dia tersangkut kasus dugaan korupsi atau pungutan liar penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kawasan perumahan di desa tersebut.

“Kasus ini berawal dari warga masyarakat yang melapor kepada Gubernur Jateng melalui media sosial, yang inti dari laporan tersebut adalah adanya pungutan liar dalam penerbitan IMB di Desa Teras, Kecamatan Teras. Setelah itu laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Tim saber pungli Provinsi yang kemudian diarahkan ke unit Tipidkor (tindak pidana korupsi) Sat Reskrim Polres Boyolali,” urai Willy.

Setelah mendapatkan laporan, unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Boyolali segera melakukan penyelidikan. Hasil dari penyelidikan, perkara ini ditingkatkan ke proses penyidikan.

“Dari hasil penyidikan tersebut kemudian penyidik menetapkan Kades Teras, Heri Dwi Widianto sebagai tersangka,” jelasnya.

Dalam perkara ini, penyidik Polres Boyolali menyita sejumlah barang bukti, antara lain sejumlah dokumen, kuitansi dan uang tunai yang diduga hasil Pungli sebesar Rp 110.612.000.

Setelah penyidikan selesai dan berkasnya dinyatakan lengkap oleh Kejari, Unit Tipidkor Polres Boyolali melakukan pelimpahan tahap dua, yaitu tersangka dan barang bukti. Dalam pelimpahan ini, penyidik menyerahkan satu boks berkas perkara, sejumlah barang bukti termasuk uang tunai Rp 110,612 juta.

Menurut Willy, tersangka dikenai Pasal 12 huruf e UURI No 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam UURI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *