Selain Orang Dekat Putin, 12 WN Rusia Ini Didakwa Campuri Pilpres AS

Ada 13 warga negara Rusia yang didakwa mencampuri pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Salah satunya diketahui sebagai pengusaha Rusia bernama Yevgeniy Viktorovich Prigozhin yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam dakwaan yang disusun jaksa khusus Robert Mueller itu, disebutkan bahwa Prigozhin memanfaatkan beberapa perusahaannya untuk mendanai operasi intervensi pilpres 2016. Prigozhin selama ini dijuluki sebagai ‘chef-nya Putin’ oleh media-media Rusia.

Seperti dikutip dari dokumen dakwaan yang dipublikasikan CNN, Sabtu (17/2/2017), terdapat 13 individu dan tiga perusahaan Rusia yang menjadi terdakwa dalam dugaan mencampuri proses politik dan pilpres AS. Tiga perusahaan itu semuanya berada di Rusia, yakni Internet Research Agency(IRA), Concord Management and Consulting dan Concord Catering.

Sedangkan 13 individu yang didakwa terdiri atas Yevgeniy Viktorovich Prigozhin, Mikhail Ivanovich Bystrov, Mikhail Leonidovich Burchik alias Mikhail Abramov, Aleksandra Yuryevna Krylova, Anna Vladislavovna Bogacheva, Sergey Pavlovich Polozov, Maria Anatolyevna Bovda alias Maria Anatolyevna Belyaeva, Robert Sergeyevich Bovda, Dzheykhun Nasimi Ogly Aslanov alias Jayhoon Aslanov alias Jay Aslanov, Vadim Vladimirovich Podkopaev, Gleb Igorevich Vasilchenko, Irina Viktorovna Kaverzina dan Vladimir Venkov.

Dakwaan itu menyebut IRA sebagai organisasi Rusia yang terlibat dalam operasi intervensi pemilu dan proses politik. Sedangkan Concord Management and Consulting juga Concord Catering merupakan perusahaan milik Prigozhin.

“Dari mulai atau sekitar 2014 hingga sekarang, para terdakwa dengan mengetahui dan secara sengaja berkonspirasi satu sama lain untuk menipu Amerika Serikat dengan mengganggu, menghalangi dan menghindari fungsi hukum pemerintah melalui penipuan dan kebohongan untuk tujuan mengintervensi politik dan proses pemilu AS, termasuk pemilihan presiden 2016,” demikian bunyi dakwaan itu.

Sebanyak 12 nama lainnya, selain Prigozhin, disebut bekerja untuk IRA. Ada yang menjabat sebagai Direktur Umum IRA, Direktur Eksekutif IRA, hingga analisis IRA dan staf yang bertugas memposting, memantau dan mengupdate konten media sosial pada akun-akun yang dikendalikan IRA. Melalui akun ini, tim IRA menyamar sebagai warga atau organisasi AS, setelah mencuri identitas mereka.

Berbagai aktivitas IRA yang salah satunya mencampuri pilpres AS, dibiayai oleh perusahaan milik Prigozhin. Disebutkan dalam dakwaan itu bahwa sekitar September 2016, anggaran bulanan IRA termasuk untuk operasi intervensi pilpres AS melebihi 73 juta ruble Rusia, atau setara Rp 17,6 miliar.

Menurut dakwaan itu, sebanyak 13 terdakwa itu masing-masing dijerat satu dakwaan berkonspirasi melakukan penipuan terhadap AS. Kemudian tiga terdakwa di antaranya, termasuk IRA, didakwa berkonspirasi melakukan wire fraud dan bank fraud. Lima terdakwa di antaranya, masih termasuk IRA, juga didakwa melakukan pencurian identitas warga AS.

Wire fraud merupakan penipuan finansial menggunakan telekomunikasi atau teknologi informasi, sedangkan bank fraud merupakan penipuan menggunakan cara-cara ilegal untuk mendapatkan uang, aset atau properti milik institusi finansial.

Prigozhin berada di bawah sanksi ekonomi AS sejak Desember 2016, karena ‘secara finansial membantu’ para pejabat senior Rusia dan terlibat ‘kesepakatan bisnis besar-besaran’ dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Dia memiliki perusahaan katering yang banyak digunakan dalam acara-acara di Kremlin. Dia telah membantah terkait dengan IRA.

“Warga Amerika merupakan orang yang sangat mudah dipengaruhi, mereka melihat apa yang ingin mereka lihat. Saya memiliki rasa hormat besar untuk mereka. Saya tidak marah karena saya ada dalam daftar (dakwaan). Jika mereka ingin melihat iblis, biarkan mereka melihatnya,” ucapnya kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *