Seks Menyimpang Penembak Brutal Las Vegas

Pelaku penembakan brutal di Las Vegas, Amerika Serikat, Stephen Paddock diyakini telah menyewa seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) beberapa hari sebelum penembakan. Bahkan seorang PSK yang sering disewa Paddock mengungkapkan beberapa perilaku seks menyimpang yang dimiliki kliennya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum detikcom, kepolisian telah memastikan bahwa seorang wanita yang terlihat bersama Paddock beberapa hari sebelum penembakan brutal pada Minggu (1/10) lalu adalah seorang pekerja seks.

Seorang pejabat yang enggan disebut namanya mengatakan, ditemukan secarik kertas berisi beberapa nomor telepon ditemukan di dalam kamar hotel Mandalay Bay yang ditempati Paddcok. Kepolisian tengah menyelidiki pemilik nomornomor telepon tersebut.

Salah satu seorang pekerja seks komersial (PSK) berusia 27 tahun di Las Vegas, Amerika Serikat mengaku mengenal sosok Paddock. Kemudian ia menyebut Paddock sebagai sosok yang obsesif dan paranoid.

Wanita itu mengungkapkan, dirinya bertemu Paddock sebanyak sembilan kali sejak November 2015 hingga Juni 2016. Dalam pertemuan yang terjadi di Las Vegas itu, Paddock datang tanpa kekasihnya, Marilou Danley (62). Dikatakannya, Paddock akan membayarnya hingga US$ 10.000 (sekitar Rp 135 juta) setiap kali bertemu.

Bahkan wanita itu juga sempat menginap bersama Paddock di Hotel Mandalay Bay, tempat pria itu menembaki para penonton konser pada Minggu (1/10) lalu. Menurut PSK yang tidak disebut namanya itu kepada The Sun, seperti dilansir News.com.au, Selasa (10/10/2017), Paddock pernah menyebut dirinya dilahirkan buruk karena memiliki seorang ayah yang merupakan perampok bank, yang pernah menjadi buronan paling dicari AS setelah kabur dari penjara pada tahun 1969.

“Saya tak pernah berhubungan dengan dia namun garis keburukan ada dalam darah saya. Saya dilahirkan buruk,” demikian bunyi salah satu pesan singkat Paddock untuk PSK tersebut yang ditunjukkan wanita itu kepada The Sun.

Paddock juga pernah berkoarkoar mengenai teoriteori konspirasi, termasuk mengklaim bahwa serangan teroris 11 September 2001 di AS merupakan ulah pemerintah AS.

Wanita itu juga mengatakan, Paddock kerap berhubungan seks sembari mewujudkan fantasi liarnya akan pemerkosaan. Dalam pesanpesan singkatnya, Paddock pernah membahas untuk mengikat tubuh wanita itu sementara dia menjerit minta tolong.

Wanita itu menceritakan, dirinya biasa menemani Paddock di kasino untuk berjudi selama berjamjam dan minum minuman keras. “Namun saat dia mendapatkan kemenangan beruntun, kami akan pulang dan melakukan hubungan seks yang benarbenar agresif dan kasar,” kata wanita itu.

“Dia punya sisi gelap dan melenceng. Namun meski demikian, saya tak bisa membayangkan dia akan melakukan sesuatu seperti ini,” cetus wanita itu mengenai penembakan brutal yang dilakukan Paddock.

Hingga kini kepolisian AS masih belum mengetahui motif pembantaian yang dilakukan Paddock. Sejumlah PSK telah ditanyai polisi sebagai bagian dari upaya untuk mengungkap motif Paddock. Ini dilakukan setelah seorang wanita yang terlihat bersama Paddock beberapa hari sebelum penembakan massal, dipastikan sebagai seorang pekerja seks.

Pejabat kepolisian tersebut juga menuturkan, Paddock juga telah belasan kali mengikuti tur kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar perjalanan kapal pesiar tersebut diikutinya bersama kekasihnya, Marilou Danley. Dalam perjalanan kapal pesiar itu, Paddock setidaknya telah satu kali berlayar ke Timur Tengah.

Selain nomor telepon, Paddock juga meninggalkan catatan berisi tulisan tangannya. Catatan itu berisi penghitungan jarak dan arah peluru dari jendela kamar lantai 32 tempatnya beraksi.

Dituturkan sumber penegak hukum yang memahami penyelidikan ini, seperti dilansir CNN, catatan yang hanya berisi angkaangka itu ditemukan di dalam kamar suite lantai 32 Kasino dan Hotel Mandalay Bay, tempat Paddock melakukan aksi kejinya pada 1 Oktober lalu.

CNN awalnya menyebut angkaangka itu sangat signifikan bagi Paddock. Kemudian media AS lainnya, CBS News, melaporkan catatan itu merupakan penghitungan jarak dan arah peluru yang digunakan Paddock dalam aksi brutalnya.

David Newton, petugas dari unit K9 Kepolisian Las Vegas menuturkan kepada acara 60 Minutes CBS News, dirinya melihat langsung catatan yang ditinggalkan Paddock itu. Kertas catatan itu tepatnya ditemukan di dekat jendela kamar yang dipecahkan Paddock.

Jendela kamar hotel itu diketahui berjarak 400 meter dari lokasi konser musik yang menjadi target penembakan. Dari situlah, Paddock melepas tembakan secara brutal ke arah puluhan ribu orang yang sedang menonton konser musik di area lapangan seberang hotel. Menurut Newton, catatan itu berisi penghitungan soal ke mana Paddock harus mengarahkan senapannya agar menewaskan sebanyak mungkin orang.

“Saya bisa melihat di catatan itu, dia (Paddockred) menuliskan jarak, ketinggian tempatnya berada, arah jatuhnya peluru yang ditembakkannya ke arah orangorang,” sebut Newton seperti dilansir CBS News.

“Dia menuliskan semuanya itu dan melakukan penghitungan agar dia tahu ke mana mengarahkan tembakannya untuk mengenai targettargetnya dari sana,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pada Minggu (1/10) malam waktu setempat, Paddock melepas tembakan secara brutal ke arah penonton konser musik country Route 91 di area terbuka di seberang Kasino dan Hotel Mandalay Bay. Dia beraksi dari jendela kamar lantai 32, tempatnya menginap sejak 28 September. Kamar jenis suite di Mandalay Bay itu memiliki pemandangan langsung ke lokasi konser musik yang dihadiri puluhan ribu orang.

Aksi keji Paddock itu menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang lainnya. Paddock tewas bunuh diri di dalam kamar hotel. Kematiannya menyisakan misteri besar soal motif perbuatan sadisnya. Otoritas AS masih terus berupaya keras untuk mencari motifnya.

Related Post