Sebelum Ditemukan Tewas, Yayan Pamit Bawa Uang Rp 18 Juta

Identitas mayat perempuan yang ditemukan di kebun jati Kampung Datar RT 003 RW 005 Desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi terungkap. Keterangan keluarga kepada polisi korban bernama Yayan (49) warga Kecamatan Sukalarang.

Menurut polisi, keluarga mengenali jam tangan, pakaian yang dipakai korban dan sandal yang ditemukan di sekitar lokasi. “Info sementara ada keluarga yang mengenali korban dari sejumlah barang bukti. Keluarga kemudian mengungkap jika korban sempat dilaporkan hilang pada Sabtu (8/7) atau 9 hari yang lalu,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi kepada detikcom, Senin (17/7/2017).

Kepada polisi, keluarga korban mengungkapkan jika almarhumah berpamitan untuk persiapan pernikahan putrinya. Jenazah korban diketahui dikenali oleh adiknya sendiri yang mendatangi rumah sakit dini hari tadi.

“Saat pergi korban membawa uang Rp 18 juta mengendarai sepeda motor merk Honda Beat berwarna Orange dengan nomor polisi F 3611 TS. Pamit pada hari Sabtu (8/7) sekitar pukul 09.00 WIB,” lanjut Syahduddi mengurai keterangan keluarga korban.

Dari data yang dihimpun detikcom, warga sempat memergoki sepeda motor terparkir di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pada Sabtu (8/7). Ada dua buah helm tersimpan di atas jok motor.

“Ada warga sini namanya Pak Mamat yang lihat ada motor jenis Vega ZR dengan posisi terparkir 8 hari yang lalu. Waktu itu sekitar pukul 17.00 WIB, warga juga enggak sempat mencari tahu, hanya memang ada dua helm di atas motornya,” kata Yonan warga setempat.

Terkait kesaksian warga polisi mengaku masih melakukan penyelidikan, saat ini aparat kepolisian menunggu dokter forensik yang dikabarkan masih dalam perjalanan menuju RS Sekarwangi Cibadak. Hasil pemeriksaan sementara ditemukan bekas luka di beberapa bagian tubuh korban.

“Terdapat luka benda tajam pada ulu hati sebelah kiri sekitar 2 sentimeter dan luka benda tajam pada perut sekitar 10 cm dengan organ dalam keluar. Sementara untuk luka memar pada korban tidak dapat teridentifikasi karena sedang proses pembusukan,” terang Syahduddi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *