SBMI Bantu Advokasi TKW Sukabumi Korban Kekerasan di Arab Saudi

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Barat Jejen Nurjanah akan memberikan pendampingan hukum kepada Nenih Rusmiyati (39), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Pasir Pogor RT 09 RW 02 Desa/Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, yang diduga dianiaya oleh majikannya di Arab Saudi.

Jejen yang juga Ketua Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) ini mengaku segera berkoordinasi dengan perwakilan SBMI di Arab Saudi untuk memperjuangkan hakhak Nenih yang diduga mendapat kekerasan majikannya di Kota Taif, Arab Saudi.

“Prosesnya tetap berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), kita akan meminta bantuan agar tuntutan dari pihak keluarga dikabulkan termasuk gaji dan hak lainnya,” kata Jejen usai melakukan pertemuan dengan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi dan pihak keluarga di Kantor Disnakertrans, Jalan Pelabuhan II, Senin (14/7/2017).

Selain pemenuhan hak, SBMI juga akan memfasilitasi proses mediasi antara korban dengan majikannya. Termasuk memenuhi keinginan untuk ganti kerugian karena adanya kekerasan fisik. Untuk kepulangan korban Jejen sendiri belum bisa memprediksi kapan akan diproses.

“Kita akan mediasi, korban akan diminta menceritakan peristiwa kekerasan yang dialaminya. Nah nanti muncul tuntutan dari keluarga seperti apa, jalur hukum atau mediasi dengan ganti rugi. Untuk proses kepulangan korban menunggu hasil kesepakatannya nanti seperti apa,” lanjut Jejen.

Di tempat yang sama, Aceng (32) adik korban menyebut gaji kakak sulungnya ditahan oleh majikan karena tidak diperbolehkan pulang. ” Saya protes atas aksi kekerasan terhadap kakak saya, giginya patah karena dipukul majikannya. Kami melaporkan ke dinas agar kakak pulang, gajinya dibayar. Untuk aksi kekerasan menunggu bagaimana kakak saya aja di sana,” singkatnya.