Santri di Malang Galang Tanda Tangan Perpu Ormas Jadi Undang-Undang

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Malang ditandai dengan desakan perubahan Perpu Ormas menjadi UndangUndang.

Ribuan santri hadir membubuhkan tanda tangan di atas kain putih, yang menjadi bukti dukungan mereka.

“Tanda tangan para santri di atas kain putih ini, rencananya masih akan dikelilingkan ke seluruh pondok pesantren besar di Jatim untuk ditanda tangani sebagai dukungan. Setelah itu akan dikirimkan ke pemerintah pusat,” terang Ketua Panitia HSN Malang, Gus Thoriq bin Ziyyad kepada wartawan, Minggu (22/10/2017).

Peringatan HSN digelar di Kabupaten Malang dipusatkan di Lapangan Tumapel, Singosari, yang diisi penandatangan Nota Kesepakatan serta deklarasi santri, ulama, Polres Malang, dan pemerintah daerah dengan melibatkan 16 pondok pesantren besar di Jawa Timur dalam rangka menangkal radikalisme serta mendorong Perpu Ormas menjadi undangundang.

“Ini momentum penting bagi kaum santri untuk meneguhkan kesetiannya pada NKRI serta menjadi garda depan bagi negara dalam upaya menangkal radikalisme yang kini di nilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi,” ujar pencetus HSN ini.

Ratusan bibit pohon Zaitun, kata Thoriq, diberikan kepada para ulama dan perwakilan santri sebagai wujud perdamaian dunia. Doa dan sholawat ikut dipanjatkan agar UndangUndang tentang Ormas bisa segera terealisasi.

“Pelepasan ribuan balon dwi warna, merah dan putih ini merupakan wujud kecintaan para santri kepada NKRI, sedangkan pohon Zaitun merupakan simbolisasi suasana perdamaian yang mesti terwujud dan terpelihara di Indonesia,” ungkap Pengasuh Ponpes Babussalam, Pagelaran, Kabupaten Malang, ini.

Sejak pagi, ribuan warga yang didominasi kalangan santri baik pria maupun wanita telah memadati Lapangan Tumapel, dimotori oleh PC NU Kabupaten Malang beserta sejumlah badan otonomnya, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU, Kyai dan Habaib seMalang Raya.

Related Post