Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Jember Ini Nekat Gantung Diri

Jasad Jasis pertama kali ditemukan istrinya, Maryam (35). Saat itu Maryam baru pulang dari rumah saudaranya. Begitu tiba di rumah, Maryam langsung menuju belakang dapur. Sebab di sanalah biasanya sang suami sering tiduran. “Dia sering tiduran di sana, makanya ketika saya tiba di rumah, langsung ke situ untuk melihat dia,” kata Maryam kepada petugas Polsek Jelbuk, Rabu (6/12/2017).

Namun alangkah kagetnya perempuan itu mendapati tubuh sang suami dalam posisi tergantung. Tubuh Jasis tergantung menggunakan sarung yang dipintal dari tali tambang. Maryam langsung berteriak histeris. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar. Karena berharap nyawa korban bisa tertolong, warga langsung menurunkan tubuh korban. Namun ternyata korban sudah meninggal.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke perangkat desa lalu diteruskan ke Polsek Jelbuk. Usai menerima laporan, polisi turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil visum yang dilakukan, tidak ditemukan tanda mencurigakan. Diduga kuat, korban meninggal murni bunuh diri.

Polisi juga berinisiatif melakukan autopsi terhadap mayat korban, untuk mengetahui penyebab kematian. Namun pihak keluarga menolak dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Usai menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi, mayat korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Menurut petugas, Jasis bunuh diri diduga kuat karena penyakit yang dialaminya. “Korban sudah lama menderita kencing manis. Menurut keluarga sudah sekitar 3 tahunan,” kata petugas yang tak mau disebut namanya.

Bahkan 4 hari sebelum kejadian, korban berpesan kepada keluarganya agar jangan diingatingat lagi. “Sepertinya korban ini sudah putus asa dengan penyakit kencing manis yang sudah diidap cukup lama,” tambah petugas.