Rugikan Rp 1 Miliar, Sales Mainan ini Dituntut 6 Tahun Penjara

Sales mainan ini dituntut hukuman 6 tahun penjara. Sales bernama Heri Prakoso ini dianggap telah melakukan penggelapan yang merugikan korbannya lebih dari Rp 1 miliar.

“Menuntut terdakwa dengan kurungan penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 5 tahun penjara,” ujar Jaksa Penuntut Umum Nur Laila pada sidang yang digelar di Ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Nur Laila mengatakan bahwa terdakwa Heri telah melakukan penggelapan terhadap PT Artha Adhipersada, sebuah perusahaan mainan di Surabaya. Sales itu melakukan perbuatannya pada akhir tahun 2016.

Modus yang digunakan terdakwa adalah membuat order fiktif dan membayar dengan Biro Gilyet (BG) kosong. Perusahaan tak tahu apaapa saat para kustomer datang menagih. Akibat perbuatannya ini, perusahaan dirugikan lebih dari Rp 1 miliar.

Namun, toko atau perusahaan yang ditipu terdakwa tidak hanya ada di Surabaya saja, tetapi juga ada di Malang, Purwokerto, Depok, Solo, Bandung, dan kota lainnya.

Terdakwa diketahui juga mempunyai sebuah gudang yang berada di kawasan Ngagel. Gudang itu digunakan untuk menyimpan semua barang yang telah diordernya secara fiktif. Dan gudang itu diduga juga hasil dari penggelapan yang dilakukannya.

Perbuatan terdakwa diketahui setelah diadakan audit. Audit dilakukan setelah perusahaan banya mendapat komplain dari kustomer. Saat itulah diketahui jika perusahaan dirugikan oleh terdakwa. Namun posisi terdakwa saat itu sudah keluar dari perusahaan.

“Perbuatan terdakwa sesuai dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan dan Undang Undang Tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata Nur Laila.

Related Post