RS di Brisbane Lakukan Operasi Tulang 3D Pertama di Dunia

Reuben Lichter, pria Brisbane, Australia berusia 26 tahun, akan segera bisa bermainmain dengan anakanaknya. Hal ini berkat operasi pertama di Princess Alexandra Hospital (PAH) dengan menggunakan cetakan 3D.

Rumah sakit tersebut mengatakan Reuben Lichter menjadi orang pertama di dunia yang memiliki tibia, atau tulang kering tiruan 3D yang ditransplantasikan ke kakinya.

Operasi ini sudah dilakukan lima kali dalam enam bulan terakhir. Operasi terakhir memakan waktu hingga 14 jam.

Menteri Kesehatan Cameron Dick mengatakan operasi tersebut menjadi langkah yang signifikan.

“Ini di luar batas dari apa yang mungkin dilakukan dengan operasi rekonstruktif di dunia, dan ini adalah yang pertama di dunia untuk negara bagian Queensland,” katanya.

Reuben memiliki infeksi tulang, yang menyebabkan sebagian tulang keringnya, yakni sepanjang 36 sentimeter keropos.

Biasanya, satusatunya pilihan adalah dengan amputasi di atas lutut.

Tapi tim ahli bedah ortopedi dan plastik yang dipimpin oleh Dr Michael Wagels di PAH, telah memberinya kaki baru dan harapan baru.

Menkes Cameron mengatakan Reuben dan istrinya memiliki bayi yang masih berusia dua hari, sebelum ia dirawat di rumah sakit.

“Jadi ia adalah ayah muda dengan anak pertamanya, yang sekarang memiliki prospek untuk bisa berlari bersama anakanaknya. Tentunya ini menjadi hal yang menakjubkan,” katanya.

“Sebelumnya ia merasakan banyak rasa kesakitan karena tulang kering yang mengeropos dan sekarang sudah berhenti rasa sakitnya.”

“Ia sangat positif soal hal ini dan ahli bedah juga positif tentang masa depannya, tapi masih akan menjalani proses setiap bulannya, selama mungkin 18 bulan [sampai] kami mengetahui hasil operasi sepenuhnya.”

Model cetak 3D yang digunakan diproduksi di Singapura.

Dengan dibalut dalam jaringan biologis yang kemudian dibentuk menjadi tulang baru.

Menkes Cameron mengatakan tulang cetakan ini untuk menyokong jaringan biologisnya.

“Kemudian secara efektif akan menumbuhkan tulang baru di kakinya dan ini jadi yang pertama kalinya dilakukan,” katanya.

“Kita belum sepenuhnya selesai, masih banyak pemulihan yang harus dilalui, tapi Reuben sangat positif, ia sangat senang rasa sakitnya hilang, dan infeksinya sekarang sudah hilang dan bisa hidup positif di masa depan.”

Diterbitkan pada 8/09/2017 pukul 11:45 AEST dari laporannya dalam bahasa Inggris di sini.