Risma dan Warga Naik Bus Suroboyo, Kampanyekan Transportasi Massal

Wali Kota Tri Rismaharini bersama warga antusias berkeliling kota dengan bus Suroboyo. Tak hanya Risma, Kepala Kejari Surabaya M Teguh Darmawan, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli dan Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan ikut merasakan bus yang segera dioperasikan.

Risma berharap dengan beroperasinya bus Suroboyo bisa mengurangi kemacetan dan sampah plastik.

“Perbandingan kendaraan pribadi dengan transportasi massal saat ini 75 persen dan 25 persen dan kalau sampai tembus angka 90 persen maka jalan di Surabaya akan berhenti. Idealnya 50 banding 50,” harap Risma di atas bus, Sabtu (7/4/2018).

Risma bersama warga dan tiga pilar berkeliling dengan tiga bus yang disiapkan dalam softlounching dari 8 bus Suroboyo.

Risma mengaku sulit mengubah perilaku masyarakat dari sistem kendaraan pribadi ke transportasi massal. “Ini yang disebut psikologi perkotaan dari angkutan pribadi ke transportasi massal. Dibutuhkan transformasi dengan menggunakan transportasi massal,” ungkapnya.

Selain mengatasi kemacetan, Wali Kota Risma juga menuturkan bahwa bus Suroboyo bermanfaat untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Surabaya. Pasalnya, penumpang tidak perlu membayar dengan uang, melainkan sampah plastik.

“Bagi penumpang yang akan naik harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik,” tuturnya.

Sedangkan bagi penumpang yang tidak ingin membawa sampah plastik, dapat menukarkan jenis-jenis sampah di bank sampah, drop box halte dan drop box terminal Purabaya yang telah bekerjasama dengan DKRTH. Lalu, tukarkan sampah dengan kartu setor sampah untuk ditukar dengan tiket. “Dengan begitu, penumpang bisa berkeliling Surabaya selama 2 jam keliling secara gratis,” imbuh Risma.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengatakan, sampah-sampah plastik yang telah terkumpul akan diolah dengan baik dan benar dan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menanggulangi sampah plastik yang sifatnya tidak bisa hancur ratusan tahun,” pungkas mantan Kepala DKP dan Bappeko Surabaya ini
.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *