Ridwan Kamil Ngobrol Bareng Pelajar di Rumah Sejarah Rengasdengklok

Karawang Ridwan Kamil mengunjungi rumah sejarah Rengasdengklok pada Sabtu (11/11/2017). Saat berada di rumah tempat Soekarno dan Hatta disandera pemuda 72 tahun lalu itu, ia dikerumuni puluhan siswa.

Berdasarkan pantauan detik, walikota Bandung itu menyiarkan aktivitasnya di akun instagram sambil memberi nasihat kepada pelajar SMP Yos Sudarso, Karawang. Pria yang karib disapa Emil itu mengingatkan siswa pentingnya belajar sejarah, apalagi ditunjang oleh gadget canggih. Ia pun mengutip pernyataan Soekarno mengenai pentingnya belajar sejarah.

“Jangan pernah melupakan sejarah. Ini kan kids zaman now harusnya lebih mudah belajar sejarah. Kan pegang hp. Kalau dulu harus bawa catatan. Sekarang langsung bisa foto foto,” kata Emil di rumah sejarah Rengasdengklok, Sabtu (11/11/2017).

Ridwan Kamil saat berdialog bersama siswa di rumah sejarah Rengasdengklok. 
Setelah mengunjungi satu persatu ruangan di rumah sejarah, Walikota Bandung itu lalu meladeni ajakan pelajar untuk berfoto. Para pelajar pun nampak senang bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kota Bandung itu.

Ado Susanto misalnya, meski baru berumur 14 tahun, ia ikut mendoakan supaya Emil terpilih jadi Gubernur Jawa Barat. “Kaget aja akhirnya bisa ketemu langsung kang Emil. Mudahmudahan dia menang di pilkada,” kata Ado.

Jupe, guru IPS SMP Yos Sudarso mengatakan kunjungan siswa ke rumah sejarah Rengasdengklok adalah inisiatif ekstrakurikuler sejarah di sekolahnya. “Kebetulan saja di sini ketemu sama calon gubernur. Tidak sengaja,” kata Jupe.

Rumah tersebut adalah milik Djiauw Kie Siong, seorang keturunan Cina, mantan tentara PETA. Satu hari sebelum proklamasi menggema di Jakarta pada 17 Agustus 1945, terlebih dahulu Soekarno dan Hatta membacakan naskah proklamasi di rumah ini.

Pada 16 Agustus 1945, para pemuda menggunakan rumah Kie Siong untuk tempat Soekarno dan Hatta bermalam, setelah sebelumnya dibawa dari Jakarta menuju markas PETA di Rengasdengklok.

Saat ini, rumah sejarah proklamasi dirawat oleh Lanny Yanto Djoewari dan keluarganya. Menurut cucu Djiauw Kie Siong itu, rumah sejarah Rengasdengklok kerap dikunjungi politisi saat musim pemilu.

“Dulu saat musim pilkada banyak yang calon berkunjung. 5 tahun lalu hampir semua calon ke sini, ada Yance, Oneng dan lainlain,” kata Lanny.

Ia mengatakan kunjungan Ridwan ke rumah kakeknya tidak bermuatan politik. “Tidak sedikitpun berbicara politik. Hanya berkunjung saja. Napak tilas,” kata Lanny.