Rencanakan Aksi Teror di Sydney, Pemuda Australia Dibui 22 Tahun

Seorang pemuda Australia yang dijuluki teroris taat divonis 22 tahun penjara oleh pengadilan setempat. Pemuda ini berencana menyerang gedung pemerintahan Australia di kota Sydney.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/11/2017), pemuda bernama Sulayman Khalid ini divonis 22 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas dakwaan berkonspirasi untuk mempersiapkan serangan teroris. Dia diadili di Mahkamah Agung New South Wales. Khalid ditangkap otoritas setempat dalam serangkaian penggerebekan di Sydney dan Brisbane pada akhir tahun 2014.

Empat terdakwa lainnya, termasuk seorang remaja yang tidak disebut namanya, dijatuhi vonis antara 9 tahun hingga 18 tahun penjara. Mereka dijerat dakwaan yang sama dengan Khalid atau dakwaan lebih ringan, seperti dengan sengaja membuat dokumen terkait persiapan aksi teroris.

Dalam putusannya, hakim Geoffrey Bellew menyebut Khalid berperan sebagai koordinator dalam rencana serangan itu.

“Dalam pelanggaran yang dilakukannya, Khalid menunjukkan dirinya sebagai teroris yang taat,” imbuh hakim Bellew.

“Terdakwa telah menunjukkan secara terangterangan dukungannya bagi jihad kekerasan yang didukung ISIS (Islamic State of Iraq and Syria),” ucapnya.

Khalid dan kelompoknya berencana untuk membunuh sejumlah polisi dan menyerang gedung pemerintahan, dengan mempertimbangkan menggunakan senjata api.

Kekhawatiran otoritas Australia semakin meningkat terkait ekstremisme yang tumbuh di wilayahnya. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Australia menyatakan telah mencegah 13 serangan teror. Namun beberapa serangan teror telah terjadi, termasuk pembunuhan pegawai kepolisian Sydney pada tahun 2015, oleh seorang remaja lakilaki berusia 15 tahun. Remaja itu akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Kepolisian antiterorisme Australia telah melakukan serangkaian penangkapan sejak akhir tahun 2014, dengan usia dan level radikalisasi yang dialami tersangka yang ditahan semakin menambah kekhawatiran otoritas setempat.

Related Post