Rencana Pembunuhan Presiden Prancis Digagalkan, 1 Pria Ditangkap

Rencana pembunuhan Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil digagalkan. Seorang pria berusia 23 tahun ditangkap setelah ketahuan berencana menyerang Macron pada perayaan Hari Bastille yang jatuh pada 14 Juli mendatang.

Dituturkan juru bicara kantor jaksa Paris, Agnes Thibault-Lecuivre, seperti dilansir CNN dan Reuters, Selasa (4/7/2017), pria berusia 23 tahun itu dinyatakan sebagai tersangka atas rencana pembunuhan terhadap Macron. Identitas tersangka tidak dirilis ke publik.

Para penyidik Paris menyebut, tersangka berencana menyerang Macron saat parade Hari Bastille digelar di Champs-Elysees di Paris pada 14 Juli mendatang. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan hadir sebagai tamu kehormatan saat parade digelar.

Tersangka rencana pembunuhan ini ditangkap di wilayah Argenteul, pinggiran Paris pada Rabu (28/6) lalu oleh unit antiterorisme. Pada Sabtu (1/7) waktu setempat, tersangka dijerat dakwaan ‘aktivitas teroris’ oleh jaksa setempat.

Dilaporkan media lokal BFMTV, afiliasi CNN, tersangka mengaku kepada polisi bahwa dirinya ingin melakukan aksi tegas politis dengan membunuh Macron. Tersangka dilaporkan menyebut dirinya menganut paham nasionalis sayap kanan jauh.

Menurut dokumen kepolisian yang dilihat BFMTV, tersangka juga mengakui dirinya ingin menyerang ‘warga muslim, Yahudi, kulit hitam dan homoseksual’.

Terbongkarnya rencana pembunuhan ini berawal saat polisi diberitahu salah satu anggota forum chat pada situs video game, soal rencana tersangka membeli senapan tipe Kalashnikov untuk melakukan serangan.

Penggerebekan dan penggeledahan polisi di rumah tersangka berujung pada hasil analisis yang menyatakan tersangka melakukan pencarian internet saat menyusun rencana pembunuhan ini. Polisi juga menemukan tiga buah pisau di dalam kendaraan tersangka.

Saat ditanya apakah tersangka merupakan bagian dari jaringan teror yang lebih luas, polisi menyebut hal itu masih diselidiki. Namun media lokal France Info melaporkan, tersangka pernah diadili terkait aktivitas teror pada tahun 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *