Ratusan Diplomat AS Diusir, Trump Malah Berterima Kasih pada Putin

Ratusan diplomat Amerika Serikat diusir dari Rusia. Namun Presiden AS Donald Trump malah berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas pengusiran tersebut. Alasannya, pemerintah AS memang berupaya mengurangi anggaran pembayaran gaji.

“Saya ingin berterima kasih padanya (Putin) karena kami memang sedang berupaya memangkas anggaran pembayaran gaji kami… Saya sangat berterima kasih karena dia melepaskan banyak orang karena kini kami punya daftar gaji yang lebih sedikit,” kata Trump kepada para reporter seperti dilansir CNBC, Jumat (11/8/2017).

“Saya sangat menghargai fakta bahwa kami bisa memangkas pengeluaran gaji AS kami. Kami akan menghemat banyak uang,” imbuh Trump kepada para wartawan di klub golf miliknya di Bedminster, New Jersey, pada Kamis (10/8) waktu setempat.

Bulan lalu, Kongres AS yang dikuasai Partai Republik, menyetujui sanksisanksi baru terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara (Korut). Legislasi itu dimaksudkan untuk menghukum Moskow atas dugaan intervensinya dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan pencaplokan Crimea dari Ukraina oleh Rusia.

Presiden Putin merespons sanksi tersebut memerintahkan 755 diplomat AS angkat kaki dari Rusia. Ditegaskan Putin, sanksi tersebut sama dengan perang dagang berskala penuh dan berakhirnya harapan untuk perbaikan hubungan dengan pemerintahan Trump.

Presiden Rusia itu menyatakan ratusan diplomat Negeri Abang Sam harus angkat kaki dari negaranya pada 1 September 2017. Dengan pengurangan ini, jumlah staf diplomat pemerintahan Trump di Rusia menjadi 455 orang. Jumlah ini sama dengan diplomat Rusia yang berada di Amerika Serikat.