Ratusan Dalang Cilik di Ngawi Raih Rekor MURI

Festival dalang cilik yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Ngawi meraih rekor MURI. 115 Dalang cilik wayang kulit itu secara serentak melakukan aksinya di atas panggung sepanjang 120 meter.

Dalang-dalang cilik dari pelajar SD di 19 kecamatan di Ngawi ini diikuti mulai usia antara 10 hingga 12 tahun. Tampak mereka duduk bersila menghadap layar putih berukuran sekitar 120 meter dan memegang sebuah wayang.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar mengatakan dalam pemecahan rekor MURI ini merupakan kado HUT ke-659 Ngawi. Selain rekor MURI dalang cilik, juga diramaikan Festival Dalang Remaja Nasional yang diikuti 12 kabupaten/kota.

“Ini adalah Komitmen Pemkab Ngawi yang terus menerus untuk menumbuh kembangkan kesenian yang adiluhung dalam wayang kulit. Sehingga dapat membentuk jati diri bangsa dan penerus generasi,” kata Wabup Ony Anwar dalam sambutannya, Kamis (7/9/2017) malam.

Dia mengaku pemecahan rekor MURI ini diraih setelah mengalahkan sebelumnya dipegang Pemkot Solo. “Dengan menumbuhkembangkan kesenian pewayangan mengajarkan pendidikan karakter pada anak sejak dini. Sebab, anak-anak akan belajar berbagai karakter tokoh-tokoh pewayangan,” tambahnya.

Sementara Farel, salah satu dalang cilik yang kini masih duduk di kelas 4 SDN Kedungrejo 2 Kecamatan Mantingan, mengaku dirinya senang dilibatkan pemecahan rekor dalam dalang cilik ini.

“Senang mas bisa main dalang. Ini dilatih kepala sekolah Pak Erwanto. Latihannya seminggu sekali selama 4 bulan,” tutur Farel.

Dari pantauan detikcom, ribuan warga tumplek blek melihat destival dalang remaja dan pemecahan rekor MURI ini. Sebelum digelar pemecahan rekor MURI, penonton menikmati tari bulus sebagai ikon Ngawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *