Putu Wijaya Dianugerahi Gelar Doctor HC dari ISI Yogyakarta

Seniman I Gusti Ngurah Putu Wijaya mendapatkan anugerah doctor Honoris Causa (HC) bidang teater dari ISI Yogyakarta. Pemikiran dan ide-ide kreatifitnya dinilai memiliki pengaruh luas dalam mengambangkan ilmu dan dunia teater modern Indonesia.

Rektor ISI Yogyakarta, Agus Burhan, mengatakan penganugerahan gelar doctor HC tersebut melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya berdasarkan karya-karya dan kiprah Putu di dalam upayanya mengembangkan dunia teater modern di Indonesia.

“Pencapaian karya-karyanya luar biasa, demikian juga dengan jasa-jasanya dalam mengembangkan ilmu dan dunia teater modern Indonesia. Inovasi, penemuan dan kreatifitasnya (Putu) juga memiliki pengaruh luas,” kata Burhan dalam sambutannya, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, proses penyeleksian kandidat sampai terpilihnya Putu Wijaya sampai menerima gelar Doctor HC sudah melalui proses panjang. Mulai dari pengusulan nama dari Program Studi Teater Fakultas Seni Pertunjukan, kemudian naik ke tingkat senat sampai akhirnya disetujui Menristekdikti.

Karya-karya Putu, lanjut Burhan, memang memiliki kelebihan dibanding karya seniman lainnya. Karya-karya sastra dan teater Putu Wijaya selalu meninggalkan makna yang selalu menggugah kesadaran manusia mengenai problem-problem kemanusiaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat.

Sementara Prof Dr Yudiaryani MA selaku promotor dalam pidatonya mengatakan, Putu Wijaya adalah legenda tradisi yang selalu bertransformasi menjadi baru. Putu dikenal pantang menyerah ketika menghadapi tradisi lokal yang harus dihadapkan dengan dunia modern, di tangan Putu tradisi yang ada bisa mencair.

“Bagi Putu nilai-nilai tradisi semacam itu bisa menjadi jurus ampuh untuk teater modern Indonesia agar bisa bersaing di tengah wajah teater dunia. Tradisi baru yang dimaksud adalah transformasi nilai-nilai budaya kedaerahan menjadi nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Putu Wijaya lahir di Tabanan, Bali pada tanggal 11 April 1944. Minat Putu di dunia sastra sudah tumbuh sejak remaja. Setelah menyelesaikan SMA di Bali, Putu memilih kuliah di Fakultas Hukum UGM Yogyakarta dan lulus tahun 1969.

Selain belajar di FH UGM, Putu juga belajar seni lukis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) dan seni drama di Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI). Selama bermukim di Yogya inilah akhirnya kegiatan sastranya lebih terfokus di bidang teater. Setelah dari Yogyakarta Putu menetap di Jakarta menjadi penulis dan memimpin grup Teater Mandiri.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *