Puluhan Santri Dehidrasi Usai Imunisasi Difteri, Ini Kata Dinkes

Puluhan santri SMP di Ponpes Madinatul Ulum, Jember, dilarikan ke puskesmas karena dehidrasi usai menjalani imunisasi difteri. Kondisi ini diduga lantaran mereka belum sarapan dan tidak segera minum obat yang diberikan petugas.

“Kita sudah melakukan observasi. Ternyata memang waktu persiapan imunisasi mereka kondisinya belum sarapan. Setelah diimunisasi yang seharusnya minum obat, mungkin obatnya tidak langsung diminum saat itu, sehingga reaksi panas setelah imunisasi timbul dan akhirnya mengeluh kesakitan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Siti Nurul Qomariah, Rabu (28/2/2018).

Nurul menjelaskan, saat ini puluhan siswa sudah ditangani dan diberi obat. Kondisi mereka juga terus membaik.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan dan obat harus diminum, Alhamdulillah sampai sekarang nggak ada masalah. Sudah kita cek ke lokasi,” jelas kadinkes.

Menurut Nurul, setelah imunisasi, obat yang diberikan petugas harus diminum. Fungsi obat ini adalah untuk menekan efek yang ditimbulkan pasca-imunisasi. Salah satunya agar tidak terjadi demam tinggi.

“Imunisasi itu kan tubuh diberi vaksin atau kuman yang sudah dilemahkan. Jadi tubuh setelah diberi vaksin itu melakukan reaksi. Itu terjadi saat tubuh membuat pertahanan. Semacam membikin tentara gitu. Dampaknya, tubuh menjadi loyo dan terkadang panas. Ada beberapa orang yang reaksinya tidak tinggi, ada yang mengalami demam,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, disarankan agar obat yang diberikan diminum setelah imunisasi. Bentuk obat juga bermacam-macam, disesuaikan dengan tingkat usia. “Untuk balita biasanya kita beri puyer parasetamol yang berfungsi menurunkan demam,” tandasnya.

“Untuk balita biasanya orang tuanya lebih patuh. Tapi ini kan pelajar, mungkin ketika diberi obat tidak langsung diminum, tapi dimasukkan saku, kemudian lupa, sehingga sampai di rumah timbul reaksi,” tambah Nurul.

Nurul juga mengaku sudah mendapat laporan dari Puskesmas Jenggawah bahwa sebagian besar santri yang dirawat sudah diperbolehkan pulang. “Sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya memang tidak mengkhawatirkan. Yang rumahnya jauh, mungkin belum sempat pulang ke pondok, ya ada yang masih berada di sana (puskesmas, red),” pungkasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *