Puluhan Pemberontak Maois Serang Pasukan Pengawal Duterte

Manila Empat anggota pasukan pengawal Presiden Filipina terluka dalam baku tembak dengan puluhan pemberontak Maois. Saat kejadian, para pemberontak komunis tersebut menyamar sebagai tentaratentara di sebuah pos pemeriksaan di Pulau Mindanao, Filipina selatan.

Serangan terhadap pasukan elite Kelompok Keamanan Kepresidenan, PSG di provinsi North Cotabato tersebut menjadi pukulan baru bagi mandeknya proses perdamaian antara pemerintah dan Front Demokratis Nasional, sayap politik Maois. Saat kejadian, Presiden Rodrigo Duterte tidak sedang berada di wilayah tersebut.

“Empat orang dari pasukan kami di dua kendaraan terluka ringan dalam baku tembak itu,” ujar komandan PSG, Brigadir Jenderal Louie Dagoy kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (19/7/2017). Diimbuhkannya, para pemberontak kabur usai baku tembak tersebut.

Dagoy mengatakan, baku tembak terjadi setelah para pemberontak yang tergabung dalam kelompok yang dinamakan Tentara Rakyat Baru, NPA tersebut melepas tembakan ke para pengawal presiden. Dalam aksinya, para pemberontak mengenakan seragam tentara Filipina.

Pasukan pengawal kepresidenan biasanya dikerahkan menjelang kegiatankegiatan presiden, guna mengamankan wilayah yang akan didatangi presiden. Dikatakan Dagoy, saat kejadian PSG tengah melakukan tugas lain dan bukan sedang mempersiapkan kunjungan Duterte.

Insiden terbaru menekankan tantangan yang dihadapi militer Filipina di wilayah Mindanao, sebuah pulau berpenduduk sekitar 22 juta orang yang memiliki sejarah pemberontakan sejak lama. Pasukan pemerintah saat ini tengah memerangi para militan proISIS yang telah menduduki jantung kota Marawi di Mindanao selama 58 hari. Selain itu, operasi militer juga terus berlangsung di bagian barat Mindanao terhadap para militan Abu Sayyaf yang kerap melakukan penculikan dan pembajakan kapalkapal laut.