Puluhan Calon Wirausaha Jepara Dilatih Olah Kerajinan dari Limbah

Ada banyak limbah kayu di Jepara yang bisa dimanfaatkan menjadi suatu barang yang berharga atau bernilai ekonomi. Sekitar 40 calon wirausahawan Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan kerajinan dari bahan baku limbah.

Para peserta mendapat bimbingan teknis membuat kerajinan anyaman rotan seperti kap lampu, tempat sampah, dan hiasan rumah. Sedangkan mainan edukasi anak terbuat dari bahan limbah kayu jati Belanda berbentuk puzzle hewan.

Salah seorang peserta, Fathurozi mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya untuk berwirausaha.

“Saya ini hanya bekerja sebagai kuli serabutan. Jadi, kalau selesai pelatihan nantinya akan mencari modal untuk usaha,” kata dia.

Dia berharap, dinas berkait dapat membantu permodalan sekaligus menejemen pemasarannya. “Semoga ada modal dan dibantu pemasarannya,” harapnya.

Pelatihan selama 5 hari sejak hari Senin (30/10/2017) dilakukan di SMKN 2 Jepara oleh Kementrian Perindustrian. Pelatihan dilakukan dalam dua produk kerajinan yakni kerajinan mainan edukasi anak dan kerajinan anyaman rotan. Mereka terbagi dua kelompok dan dua ruangan yang berbeda dengan masingmasing 20 peserta.

Untuk kerajinan rotan, para peserta dibekali kemampuan membuat kap lampu, tempat sampah, parsel dan hiasan lainnya dengan anyaman rotan. Pertama kali mereka mempelajari pola anyaman, kemudian motif. Materi terakhir adalah finishing.

Sedangkan peserta kerajinan mainan edukasi anak,mereka diperkenalkan bentuk mainan berupa hewan seperti gajah, anjing, kucing dan bebek. Selanjutnya, limbah kayu jati Belanda dipotong menggunakan gergaji mesin sesuai bentuk dan ukuran, beberapa bagian tubuh hewan yang diinginkan. Selanjutnya, potongan tubuh tersebut dirangkai kemudian diamplas dan finishing.

H Jenih, Kepala Seksi Sumberdaya Industri Kementrian Perindustrian menuturkan bahwa pelatihan dibagi menjadi dua bagian. Yakni kerajinan rotan dan mainan edukasi anak.

“Peserta adalah rekrutan dari dinas setempat. Kami memberikan bimbingan teknis selama lima hari, sejak SeninJumat besok,” ujarnya, Kamis (2/11/2017).

Diharapkan, peserta nantinya menjadi wirausaha dan mampu mengembangkan dan berproduksi secara mandiri. “Untuk permodalan kami arahkan untuk melalui kredit usaha rakyat (KUR). Karena kami memang hanya memberikan bimbingan teknis,” lanjutnya.

Dia berharap, dinas berkait dapat membantu permodalan sekaligus menejemen pemasarannya. Dia menambahkan untuk mentor pelatihan mainan edukasi anak bekerjasama dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) serta guru SMKN 2 Jepara. Sedangkan kerajinan rotan pihaknya mendatangkan mentor pengrajin profesional dari Sleman Yogyakarta.

Dia berharap peserta nantinya menjadi wirausaha dan mampu mengembangkan dan berproduksi secara mandiri. Sebab, peserta dibekali menjadi wirausaha dengan mengembangkan produksi kerajinan dari limbah.

“Kita memanfaatkan limbah kayu karena mudah ditemukan di Jepara, apalagi untuk pembentukan motif dan pola, jati Belanda itu mudah dan bagus kualitasnya,” katanya. Untuk permodalan kami arahkan untuk melalui kredit usaha rakyat (KUR). Karena kami memang hanya memberikan bimbingan teknis,” pungkas dia.