PT SIER Gandeng 13 BUMN Untuk Kembangkan Bisnis

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada di atas ratarata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini membuat PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebagai salah satu perusahaan yang mengelola kawasan industri di Jawa Timur menggandeng 13 BUMN untuk bersinergi.

“Sekitar sepuluh tahun yang lalu, perdagangan Jawa Timur dengan luar Jawa Timur (dalam negeri) baru sekitar Rp 400 triliun per tahun. Sekarang sudah mencapai Rp 1000 triliun. Itu artinya Jawa Timur sangat berperan dalam transaksi ekonomi serta keterkaitan antara Jawa dan luar Jawa terutama Indonesia Timur,” ujar Komisaris Utama PT SIER, Hadi Prasetio, Jumat (27/10/2017).

Menurut Hadi, momentum tersebut sudah berkembang dan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya dengan membangun 26 kantor perwakilan dagang.

“Ini salah satu yang signifikan membantu meningkatkan transaksi, sehingga surplusnya hampir Rp 100 triliun setiap tahun. Surplus ini kemudian dipakai oleh masyarakat pebisnis Jatim,” tambahnya.

Berangkat dari indikator tersebut, PT SIER sebagai salah satu korporat negara yang juga milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan transformasi bisnis pada tahun 2018 dengan memperkuat bisnis non core.

“Kmi berpikir, kalau kita (Jawa Timur) sudah menjadi pusat koleksi distribusi perdagangan Indonesia Timur, maka kami (PT SIER) harus memimpin dan mempelopori sesuatu yang baru. Jadi hegemoni perdagangan dalam negeri itu harus bisa kita manfaatkan oleh pebisnis Jatim untuk kepentingan Jatim dan nasional,” tuturnya.

Untuk itu, PT SIER menggandeng 13 BUMN untuk bersinergi. PT SIER dan direksi dari 13 BUMN tersebut bersama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sesuai dengan bidang masingmasing. BUMN yang hadir dalam MoU tersebut adalah Jamkrindo, Danareksa, KBI, PNM, PPLI, HK Realindo, Pertagas Niaga, Indra Karya, Jasa Tirta I, Primissima, Industri Sandang, EMI, dan PFN.

“Sinergitas adalah keniscayaan. PT SIER sekarang ke arah logistik, temanteman (BUMN) yang lain ada yang produksi, keuangan, macammacam. Tidak mungkin berjalan sendiri. Kalau sinergi kita bisa sharing pembiayaan, program, dan saling menutupi bagian perusahaan yang lemah, tentunya dengan perhitungan bisnis,” tambahnya.

Hal ini juga, lanjutnya, dapat membangun suasana bahwa pemerintah berada di garda terdepan untuk bisnis. “Dari sisi pertumbuhan dan perdagangan kita tinggi, Surabaya lebih ke dalam negeri link, posisinya juga di tengah, insya Allah pertumbuhan ekonomi kita 67% bisalah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Dirut SIER, Fattah Hidayat menyampaikan, semua kerjasama yang dilakukan bersifat konkret dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Semuanya konkret. Kami berusaha meningkatkan kapasitas bisnis dan pelayanan di tenantenan yang ada di kawasan industri SIER. Sebagai contoh, kerjasama yang dibangun dengan PT Pertagas Niaga dalam hal revenue sharing untuk penyediaan gas industri untuk 6 perusahaan di PIER I serta kerjasama dengan PT EMI dalam hal konsultasi pengukuran efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya,” ujarnya.

Sementara dari sisi PT SIER sendiri, Sekretaris Perusahaan PT SIER, Teguh Rudi Siswanto mengatakan, sinergi ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mencapai target penjualan Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan.

“Sinergi ini adalah salah satu strategi dari manajemen yang baru untuk mencapai penjualan Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Sebelumnya, kami sudah mencapai Rp 350375 miliar per tahun,” pungkasnya.