Proyek Pembersihan Limbah Sedotan Plastik di Sydney

Sebuah proyek pembersihan bawah air sukarela di Pantai Manly Cove, Sydney, NSW berhasil memulihkan ratusan sedotan minuman dari dalam laut dan meningkatkan kesadaran akan polusi plastik sekali pakai.

Instruktur selam, Harriet Spark adalah penyelenggara dari proyek ini dan terlibat dalam kelompok lingkungan lokal Sustainable Organisations of Manly (SO Manly).

Dia terinspirasi untuk memulai pembersihan ini setelah salah satu rekannya menemukan lebih dari 600 sedotan selama melakukan dua kali snorkelling singkat di Pantai Manly Cove.

“Pada salah satu penyelaman kami, kami benar-benar menemukan seekor gurita yang memiliki empat sedotan dalam tentakelnya,” katanya kepada Josh Szeps di ABC Radio Sydney.

Harriet Spark terkejut dengan jumlah sedotan yang ditemukan di teluk itu dan memulai “Operasi sedotan plastik ” untuk memerangi polusi dari benda yang satu ini.

“Ketika sampai pada barang-barang seperti sedotan plastik, barang-barang semacam ini yang kita gunakan hanya beberapa detik dan paling lama beberapa menit, mereka bertahan di planet ini selama ratusan dan ratusan tahun.

“Mereka adalah sedikit dari barang-barang yang tidak diperlukan yang dapat kita hentikan [penggunaannya].”

Dia mengundang sukarelawan untuk mengumpulkan sedotan-sedotan itu dan merekam warnanya yang memberikan petunjuk dari mana sampah itu berasal.

“Salah satu pelanggar terbesar adalah sedotan McDonald’s, kami menemukan banyak sekali sedotan mereka,” kata Harriet Spark.

“Data itu adalah bagian yang paling penting karena jika kita terus membersihkan pantai dan tidak mencatat apa yang kita temukan, sulit untuk mendorong perubahan.

“Tapi jika kita mencatat apa yang kita temukan, kita bisa membuat perbedaan besar.”

Para relawan mengumpulkan data mengenai warna dan panjang sedotan plastik yang mereka temukan untuk melacak dari mana asal limbah sedotan plastik itu. (Supplied: Harriet Spark)

Para relawan dalam proyek ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 sedotan dari teluk Manly Cove setelah melakukan tujuh acara pembersihan.

“Untuk memasukkannya ke dalam perspektif, sedotan ini jika dijejerkan dari ujung ke ujung akan merentang kira-kira sepanjang tiga kolam renang Olimpiade,” kata Harriet Spark.

Mayoritas sedotan-sedotan yang dibuang itu berasal dari tempat yang tidak jauh, tapi bisa juga tersapu dari daerah Sydney Harbour yang lebih besar, katanya.

Data yang dikumpulkan dari proyek ini akan digunakan untuk mendorong pebisnis lokal mengubah cara mereka membuang sedotan atau menghilangkan penggunaannya sama sekali.

“Bahkan hanya dengan meletakkan sedotan di belakang meja kasir dan memasang tanda pengumuman berbunyi ‘kami hanya memberikan sedotan saat diminta’ hal semacam ini dapat mengurangi sedotan,” katanya.

“Hanya dengan melakukan beberapa perubahan bisa memberi dampak besar.”

Para relawan menemukan ratusan sedotan plastik selama berlangsungnya acara bersih-bersih di Manly Cove. (Supplied: Harriet Spark)

Limbah plastik tidak berkurang selama 25 tahun

Richard Nicholls telah menjalankan toko selam di Teluk Manly selama 25 tahun dan bisnisnya bermitra dengan para relawan untuk mengurangi sampah plastik di teluk.

Sepanjang karirnya, dia telah banyak terlibat dalam inisiatif pembersihan bawah laut namun menyaksikan sedikit pengurangan jumlah plastik yang dipulihkan.

“Kami setidaknya mendapatkan 1.000 kilogram [sedotan plastik] dalam setahun dari setidaknya hanya satu lokasi di Manly Cove,” katanya.

“Ini menyedihkan sekali, kami selalu berharap jumlah itu akan menurun dan untuk beberapa saat kami pikir jumlahnya memang berkurang, tapi yang terjadi adalah kami semakin efisien dalam mengumpulkan sampah dari tempat itu.

“Jadi kita hanya memperlebar daerah pencarian kita sedikit dan pada dasarnya menghasilkan hasil yang sama.”

Tips untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik

  • Minta petugas hotel menyajikan minuman anda tanpa sedotan.
  • Bawa sendiri sedotan pakai ulang anda sendiri yang terbuat dari besi, bambu atau gelas untuk digunakan di cafe dan bar.
  • Mintalah toko untuk bebas sedotan plastik atau gunakan alternatif yang ramah lingkungan.

“Ketika saya masih kecil di tahun 60-an, laut adalah tempat pembuangan sampah terbesar di dunia; orang-orang hanya membuang segala sesuatu di laut tanpa memikirkan apa yang bisa terjadi,” katanya.

“Sekarang kita melihat hasil dari polusi plastik dan masalah-masalah besar yang akan kita hadapi seiring dengan semakin banyaknya polusi plastik itu sampai ke rantai makanan dan orang mulai menelan plastik.”

Setelah bertahun-tahun menyaksikan pencemaran dari dekat, dia mendesak semua pengguna plastik termasuk produsen, bisnis dan konsumen untuk melakukan peran mereka terhadap lingkungan.

“Yang paling penting adalah mencoba dan mengurangi jumlah sampah plastik. Itu saja. Titik.”

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *