Protes Dekrit Raja Salman, 11 Pangeran Arab Saudi Ditahan

Sebanyak 11 pangeran Arab Saudi ditahan setelah berunjuk rasa di Istana Pemerintahan Riyadh, pekan lalu. Para pangeran Saudi ini ditahan setelah memprotes dekrit yang menghentikan pembayaran tagihan biaya listrik dan air oleh kerajaan Saudi.

Seperti dilansir CNN dan Arab News, Senin (8/1/2018), dekrit Kerajaan Saudi itu mengatur ‘penghentian pembayaran oleh negara bagi anggota keluarga Kerajaan (Saudi-red) untuk menutup biaya penggunaan listrik dan air’. Dengan dekrit ini, setiap anggota keluarga Kerajaan Saudi wajib membayar sendiri tagihan listrik dan air mereka.

Dituturkan Jaksa Agung Kerajaan Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb, 11 pangeran Saudi ini memprotes dekrit itu dan meminta kompensasi bagi sepupu mereka yang dieksekusi mati Kerajaan Saudi tahun 2016. Sepupu yang dimaksud adalah Pangeran Turki bin Saud al-Kabeer.

Aksi protes ini digelar pada Kamis (4/1) pekan lalu di Istana Qasr al-Hokm, Riyadh. Namun Jaksa Agung Al Mojeb baru memberikan pernyataan terkait penahanan ini pada Sabtu (6/1) waktu setempat. Sejak ditangkap pada Kamis (4/1) pekan lalu, mereka masih ditahan hingga saat ini.

“Meskipun diberitahu bahwa permintaan mereka melanggar hukum, 11 pangeran itu menolak untuk meninggalkan lokasi, mengganggu ketertiban dan ketenangan publik. Anggota dinas keamanan mengambil tindakan untuk memulihkan ketertiban dan pangeran-pangeran itu ditangkap,” demikian pernyataan Jaksa Agung Al Mojeb, tanpa menyebut identitas 11 Pangeran Saudi yang ditangkap seperti dilansir Reuters.

“Usai ditangkap, mereka (11 Pangeran Saudi-red) dijerat sejumlah dakwaan terkait pelanggaran ini. Mereka ditahan di Penjara Al-Hayer, sembari menunggu sidang,” imbuh pernyataan itu, merujuk pada sebuah penjara di selatan ibu kota Riyadh.

“Kami menekankan bahwa arahan kerajaan sangat jelas, bahwa semua warga sama di hadapan hukum, dan mereka yang gagal mematuhi aturan dan instruksi, akan diminta pertanggungjawaban terlepas siapapun mereka,” tegas pernyataan itu.

Sejak Raja Salman naik takhta tahun 2015, serangkaian aturan baru diterapkan agar seluruh anggota Kerajaan Saudi diperlakukan sama seperti warga lainnya di hadapan hukum. Putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, melakukan gebrakan lewat program pemberantasan korupsi sejak beberapa bulan terakhir. Salah satunya menahan puluhan pangeran, pengusaha dan pejabat senior pemerintahan terkait dugaan korupsi.

Dalam wawancara beberapa waktu terakhir, Pangeran Mohammed mempertegas bahwa reformasi Saudi tidak akan mentoleransi korupsi, atau mengizinkan siapa pun — terlepas status atau posisinya — untuk menerima perlakuan khusus terkait pembayaran tagihan sehari-hari.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *